Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit IV Cilacap senantiasa berkomitmen meningkatkan kapabilitas masyarakat di kawasan Cilacap, Jawa Tengah, sehingga mereka mampu mengelola lingkungan sekaligus hidup lebih sejahtera. Komitmen tersebut diwujudkan melalui inovasi sosial dari PPN RU IV Cilacap berupa program MAMAKU SIGAP.
MAMAKU SIGAP merupakan akronim dari Masyarakat Mandiri Kutawaru Sistem Integrasi Pengelolaan Lingkungan Kawasan Pesisir yang menjadi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PPN RU IV Cilacap melalui pemberdayaan masyarakat pesisir Kelurahan Kutawaru, Kabupaten Cilacap.
Program MAMAKU SIGAP telah diinisiasi oleh PPN RU IV Cilacap sejak 2022 dengan fokus pada penguatan kapasitas masyarakat di wilayah desa tertinggal. Berdasarkan hasil pemetaan sosial yang dilakukan pada tahun 2020 di wilayah Kecamatan Cilacap Tengah, Kelurahan Kutawaru diidentifikasi sebagai kawasan dengan tingkat kerentanan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang cukup tinggi.
Melihat kondisi tersebut, PPN RU IV Cilacap mengembangkan program MAMAKU SIGAP dengan inovasi Sistem Integrasi Pengelolaan Lingkungan Kawasan Pesisir (SIGAP). Program tersebut menggabungkan konsep pengelolaan ekonomi dan lingkungan komoditas lokal melalui pendekatan ekonomi sirkular berbasis 9R yang mengedepankan multiple comodities & multiple income.
Untuk diketahui, program ini berfokus pada 5 pilar utama, yaitu pesisir produktif, pengelolaan pesisir melalui restorasi lahan dan budidaya perikanan kelautan, wisata kampung kepiting, lahirnya wisata kuliner dan pariwisata edukatif berbasis lingkungan, pusat Pelatihan Pertanian & Pedesaan Swadaya (P4S), peningkatan pertanian dan peternakan, pasar amarta, membangun ekosistem ekonomi bagi masyarakat lokal, dan Bank Sampah Abhipraya, penguatan ekonomi sirkular berbasis pengelolaan sampah.
Pada praktiknya, MAMAKU SIGAP menjadi wadah untuk menampung kegiatan pemilahan, pengumpulan dan daur ulang, sehingga masyarakat bisa mengubah sampah menjadi sumber nilai ekonomi yang berkelanjutan. Dalam hal ini, sampah anorganik disalurkan kepada mitra daur ulang dan pelaku kreatif lokal, sementara sampah organik diolah menjadi kompos yang digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian dan penghijauan pesisir.
Proses ini kemudian menciptakan rantai nilai ekonomi baru, di mana limbah menjadi sumber daya produktif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ditambah lagi, integrasi antara pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, dan konservasi ekosistem pesisir telah menghadirkan model pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Lebih jauh, keberhasilan MAMAKU SIGAP juga terlihat dari perputaran ekonomi dalam program ini yang mencapai Rp 366 juta per bulan. Selain itu, MAMAKU SIGAP juga berhasil melibatkan kurang lebih 1.500 rumah tangga dalam pengelolaan pertumbuhan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Tak ketinggalan, MAMAKU SIGAP juga memiliki empat indikator keberlanjutan yang terdiri dari aspek alam, sosial, ekonomi, dan kesejahteraan. Dari segi alam, program ini sukses mengelola 7,6 ton sampah per tahun, 8,5 hektar (ha) lahan tertanam mangrove, terdapat 78.300 bibit mangrove welbag & non-wellbag, 5,46 ton ekuivalen karbon dioksida (CO2eq) per tahun pengurangan emisi dari pemanfaatan palet, dan 877 ton CO2eq per tahun pengurangan emisi dari pemanfaatan PLTS.
Dari sisi sosial, program ini berhasil mengintegrasikan 5 kelompok dalam pengelolaan sampah, melahirkan sinergi lintas 6 stakeholder dalam pengelolaan sampah, lahirnya dua kegiatan sosial kultur pengelolaan sampah, dan capaian indeks kepuasan masyarakat pun sangat baik di angka 96,8%.
Berikutnya, perputaran ekonomi di pasar mencapai 248 juta per bulan. Bila dirinci, Rp 72 juta per bulan berasal dari pendapatan wisata kampung kepiting, Rp 62 juta per bulan berasal dari perputaran pendapatan Pasar Amarta, Rp 34 juta per bulan dari pendapatan pesisir produktif, serta Rp 12 juta dari pendapatan pertanian dan pedesaan budidaya.
Beralih ke sisi kesejahteraan, program MAMAKU SIGAP berhasil melahirkan satu pusat pembelajaran pengelolaan sampah. Hal ini mencakup 4 penghargaan nasional dan internasional untuk MAMAKU SIGAP, 3 buku panduan praktis sebagai Pusat Pembelajaran, 10 anggota perempuan memiliki kapasitas pengelolaan sampah, 15 anggota laki-laki memiliki kapasitas pengelolaan sampah.
Di sisi lain, PPN RU IV Cilacap juga memiliki program unggulan lainnya, yakni Program Inovasi Pemanfaatan Stripping Gas Overhead 140C-602 di Unit LNHT ISOM sebagai Bahan Bakar Boiler Utilities dalam Peningkatan Efisiensi Pembakaran Dapat mengefisiensi energi sebesar 244.387,79 GJ. Selain itu, terdapat Program Pembersihan Kokas pada Tip Burner Fuel Gas Menggunakan Metode Injeksi Uap Melalui Alat De-Kokas dapat menurunkan emisi sebesar 90.398,48 Ton CO2eq.
Ada juga Program PEPSI ABAH di FOREST (Peningkatan Efisiensi Penyisihan Amonia dan Sulfida pada Air Limbah Melalui Penggunaan Fouling-Resistant Tray danSte Injection Coupling di SWS RFCC) dapat mengurangi kadar amonia dalam air limbah sebesar 69,32 Ton Amonia.
Program-program tersebut berhasil mengantarkan PPN IV CIlacap untuk mendapatkan penghargaan PROPER Emas tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (BPLH)/Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq kepada perwakilan perusahaan dalam agenda Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/).
Untuk diketahui, penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) digelar setiap tahun sebagai upaya untuk meningkatkan ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup.
Area Manager Comm. Rel & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, Agustiawan menjelaskan, sebagai perusahaan yang menargetkan sekaligus mempertahankan peringkat Emas, PPN RU IV Cilacap perlu memastikan bahwa aspek lingkungan dan sosial tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari aktivitas bisnis sehari-hari.
"Upaya ini diwujudkan melalui peningkatan efisiensi energi, pengendalian emisi, pengelolaan limbah yang optimal, serta penyelarasan program CSR dengan kebutuhan dan dampak di wilayah operasional. Selain itu, kolaborasi dengan para pemangku kepentingan juga diperkuat agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan," ujarnya saat dihubungi CNBC Indonesia, dikutip Kamis (30/4/2026).
Dirinya bilang, setelah mendapatkan PROPER Emas, PPN RU IV Cilacap diharapkan bisa menjadi acuan atau tolok ukur bagi perusahaan lain dalam mengelola aspek lingkungan dan sosial secara berkelanjutan.
Tak ketinggalan, PPN RU IV Cilacap juga diharapkan bisa menjadi contoh praktik terbaik (best practice) baik dari program dan inovasi yang telah dijalankan dapat menjadi contoh nyata dalam penerapan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang efektif.
"Keberhasilan ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak pihak, baik di sektor industri maupun masyarakat, untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam aktivitasnya. Peringkat PROPER Emas diharapkan dapat memperkuat keberlangsungan operasional perusahaan, dengan tetap menjaga keseimbangan antara kinerja produksi dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional, sejalan dengan prinsip dalam PROPER KLH," tandasnya.
(bul/bul)
Addsource on Google

3 hours ago
7
















































