Jakarta, CNBC Indonesia - Belanja penduduk dunia di aplikasi mobile melonjak sepanjang 2025. Pemilik HP global menghabiskan US$ 155,8 miliar (Rp 2.684 triliun) di App Store dan Google Play sepanjang tahun lalu.
Duit yang dikeluarkan untuk transaksi di dalam aplikasi mobile naik tajam meskipun jumlah download aplikasi dan game merosot pada 2025, turun 2,7 persen menjadi 106,9 miliar. Data download dan transaksi tersebut dirangkum oleh Appfigures.
Tech Crunch menyatakan data menunjukkan keberhasilan perusahaan pengembang aplikasi untuk merayu pengguna agar mau mengeluarkan uang setelah mengunduh aplikasi, baik lewat pembelian di dalam aplikasi maupun langganan.
Data Appfigures juga menggambarkan penurunan dominasi game mobile sebagai sumber pendapatan utama dalam industri aplikasi. Pada 2025, belanja di aplikasi game yang tumbuh 10 persen hanya berkontribusi 46 persen terhadap seluruh pendapatan. Aplikasi non-game yang tumbuh 33,9 persen kini menjadi kontributor utama.
Jumlah download aplikasi oleh pengguna Android lewat Play Store dan iOS lewat App Store menyentuh puncak pada masa pandemi yaitu 135 miliar kali. Sejak itu, jumlah download dan instal aplikasi terus merosot.
Aplikasi game membukukan laju penurunan jumlah download paling tajam, merosot 8,6 persen menjadi 39,4 miliar kali.
Appfigures setiap bulan merilis aplikasi HP yang paling banyak didownload dan paling banyak membukukan pendapatan. Aplikasi dengan jumlah download paling banyak pada 2025 di iOS adalah Gemini rilisan Google, sedangkan ChatGPT adalah nomor satu di Android.
Adapun, aplikasi yang membukukan belanja pengguna paling tinggi di iOS sepanjang November 2025 adalah TikTok, YouTube, dan ChatGPT. Di platform Android, aplikasi paling cuan adalah Google One, TikTok, dan ChatGPT.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































