Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan berbahaya menargetkan banyak pengguna iPhone di berbagai belahan dunia. Sebuah malware dilaporkan mencuri informasi dari ratusan juta ponsel tersebut.
Laporan dari perusahaan keamanan siber Lookout, perusahaan keamanan seluler iVerift, dan Google menerbitkan analisis mengenai malware Darksword. Sementara Google dan iVerify mengungkapkan spyware terpisah bernama Coruna.
"Sekarang ada jalur eksploitasi terbaru yang terverifikasi, jatuh ke tangan entitas yang berpotensi kriminal dengan fokus keamanan," kata peneliti utama di Lookout, Justin Albrecht, dikutip dari Reuters, Kamis (19/3/2026).
Google mengatakan Darksword memiliki target di Arab Saudi, Turki, Malaysia, dan Ukraina. Khusus untuk Malaysia dan Turki terkait vendor pengawasan komersial Turki, PARS Defense. Pihak perusahaan tidak menanggapi permintaan berkomentar.
Para peneliti iVerify dan Lookout menemukan malware tersebut terkait iPhone yang menggunakan iOS 18.4 hingga 18.6.2. Adapun pengguna yang menjadi korban mengunjungi salah satu dari puluhan situs web Ukraina.
Belum diketahui berapa banyak iPhone yang rentan pada serangan. Namun untuk menghentikan, pengguna diminta untuk memperbarui perangkatnya.
Sejauh ini, memang banyak orang yang masih belum mau menggunakan iOS terbaru. iVerifiy dan Lookout menyebutkan 220 juta-270 juta iPhone masih menjalankan iOS yang rentan tersebut.
Juru bicara Apple juga mengatakan eksploitasi terkait software yang sudah usang. Kerentanan itu juga bisa diatasi dengan melakukan update.
"Memperbarui perangkat lunak tetap jadi yang terpenting yang bisa dilakukan pengguna menjaga keamanan tinggi perangkat Apple," kata juru bicara Apple.
(fab/fab)
Addsource on Google

4 hours ago
2

















































