Begini Nasib Status Kerja Manajer Kopdes Usai Kontrak Berakhir 2 Tahun

1 hour ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, mengungkapkan nasib para manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih setelah masa kontrak awal mereka bersama PT Agrinas Pangan Nusantara berakhir. Pemerintah membuka peluang agar para manajer tersebut nantinya ditempatkan di lingkungan koperasi, bahkan berpotensi bergabung ke Kementerian Koperasi (Kemenkop).

"Kalau statusnya, karena ini sekarang di BP BUMN (pegawai BUMN), tetapi nanti setelah 2 tahun itu akan menjadi penempatan di koperasi. Kita sih berharapnya di Kementerian Koperasi, tetapi masih akan kita bahas lagi," ujar Ferry dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Ferry menegaskan, status para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak akan berubah menjadi aparatur sipil negara (ASN). Skema kerja yang disiapkan pemerintah nantinya tetap berbentuk kontrak kerja waktu tertentu atau PKWT.

"Bukan (ASN), PKWT," jelasnya.

Pengunjung melihat produk yang dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih Melawai di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Pengunjung melihat produk yang dijual pada gerai Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih Melawai di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (22/7/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Adapun di tengah proses rekrutmen yang sedang berjalan, pemerintah juga mulai menyiapkan standar kompetensi dan sertifikasi bagi para pengelola koperasi desa tersebut.

Program sertifikasi tersebut akan diberikan kepada sekitar 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Setelah itu, pemerintah juga menyiapkan pembekalan serupa untuk posisi bendahara koperasi. Pemerintah berharap keberadaan SDM yang tersertifikasi dapat memperbesar peluang koperasi berkembang dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan.

"Diharapkan manajer (dan nanti dilanjutkan bendahara) ini mampu memahami karakteristik dari usaha yang akan dijalankan koperasi, dan harus punya tanggung jawab untuk memastikan berjalannya usaha di koperasi," ucap dia.

Skema sertifikasi yang disusun mencakup berbagai aspek, mulai dari kemampuan manajerial, pengelolaan usaha, tata kelola koperasi, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan. Pemerintah menilai sertifikasi ini penting agar pengurus koperasi memiliki kompetensi yang benar-benar terukur.

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengatakan, pemerintah tidak sekadar mencari peserta yang siap bekerja, tetapi juga memiliki kualitas dan kemampuan profesional. Karena itu, peserta yang lolos seleksi akan menjalani pelatihan intensif selama 15 hari atau 90 jam pelajaran di Komando Latihan (Kolat) Kementerian Pertahanan.

"Saat ini tahapannya adalah rekrutmen, kemudian nanti akan ada pendidikan selama sekitar 1,5 bulan termasuk pendidikan kebangsaan, dan nanti ada sertifikasi untuk penyiapan kompetensi manajer yang profesional karena kita punya tujuan agar KDKMP ini bisa menjadi pusat ekonomi masyarakat," ujar Farida.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |