Jakarta, CNBC Indonesia - Miliarder sekaligus pendiri Microsoft, Bill Gates, mengungkapkan bahwa mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein pernah berupaya memeras dirinya. Pria yang meninggal di penjara Metropolitan Correctional Center, New York, tahun 2019 itu, menggunakan informasi terkait kehidupan pribadi Gates.
Pengakuan itu disampaikan dalam kesaksian di hadapan Komite Pengawasan DPR Amerika Serikat (AS), yang transkripnya baru dirilis ke publik, Rabu. Dalam keterangannya, Gates mengatakan Epstein berusaha "memanfaatkan informasi mengenai perselingkuhannya untuk menekan dirinya agar kembali menjalin hubungan dan komunikasi".
"Epstein berusaha menggunakan informasi tentang perselingkuhan saya, di samping banyak kebohongan yang ia tambahkan, untuk menekan saya agar kembali berhubungan dengannya," kata Gates kepada anggota parlemen AS, seperti dikutip RT, Kamis (25/6/2026).
"Dia gagal dalam upaya ini," tegasnya.
Kesaksian tersebut muncul di tengah sorotan baru terhadap hubungan Gates dan Epstein usai Departemen Kehakiman AS merilis dokumen terkait kasus Epstein tahun lalu. Dokumen itu memuat berbagai tuduhan mengenai kehidupan pribadi Gates, termasuk hubungan di luar nikah, dugaan penggunaan narkoba, penyakit menular seksual, hingga tuduhan keterlibatan dengan perempuan Rusia.
Gates mengakui pernah memiliki hubungan dengan dua perempuan dewasa asal Rusia. Namun, ia menegaskan bahwa hubungan tersebut sama sekali tidak terkait dengan jaringan kriminal Epstein.
Ia juga membantah keras berbagai tuduhan lain yang tercantum dalam dokumen tersebut. Termasuk, dugaan penggunaan narkoba maupun penyakit menular seksual.
Menurut Gates, dirinya mulai berinteraksi dengan Epstein pada 2011 meski telah mengetahui rekam jejak kriminal pria tersebut. Saat itu, Gates berharap dapat memperoleh akses kepada para donor kaya untuk mendukung berbagai proyek kesehatan global yang dijalankan Yayasan Gates.
Namun, hubungan keduanya berakhir pada 2014 setelah Epstein dinilai gagal memenuhi berbagai janji yang pernah disampaikannya. Gates mengatakan setelah itu Epstein memperoleh informasi sensitif mengenai kehidupan pribadinya dan mencoba memanfaatkannya sebagai alat tekanan.
Gates juga membantah pernah mengunjungi pulau pribadi, peternakan, maupun rumah Epstein di Florida. Ia menegaskan Epstein tidak pernah memperkenalkannya kepada perempuan untuk tujuan seksual, mengatur layanan pijat, ataupun melibatkannya dalam aktivitas kriminal.
Hubungan Gates dan Epstein selama bertahun-tahun memang memicu pertanyaan publik. Pasalnya, Epstein tidak memiliki latar belakang di bidang kesehatan masyarakat, meski beberapa kali terlibat dalam diskusi mengenai proyek kesehatan global, pemberantasan polio, sistem data kesehatan, hingga simulasi pandemi.
Gates menegaskan seluruh pertemuan tersebut semata-mata bertujuan mencari dukungan pendanaan bagi kegiatan filantropi. Namun, sejauh ini, tidak menghasilkan donasi apa pun.
Skandal Epstein kembali menjadi perhatian karena memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana terpidana kasus kejahatan seksual itu mampu mempertahankan hubungan dengan sejumlah tokoh berpengaruh dunia setelah vonis pidananya pada 2008. Selain Gates, sejumlah nama besar lain yang turut dimintai keterangan dalam penyelidikan Kongres AS antara lain mantan Presiden AS Bill Clinton, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, Ghislaine Maxwell, serta miliarder Les Wexner.
(tfa/sef)
Addsource on Google

5 hours ago
2
















































