Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal Jepang, Sakana AI, meluncurkan generasi baru sistem AI bernama Fugu dan Fugu Ultra pada Selasa (23/6). Berbeda dengan model AI konvensional yang mengandalkan satu model besar, teknologi terbaru ini bekerja dengan mengoordinasikan banyak model AI sekaligus untuk menyelesaikan berbagai tugas.
Startup berbasis di Tokyo tersebut mengklaim Fugu Ultra memiliki performa yang setara dengan Fable 5 dan Mythos 5 dalam sejumlah tolok ukur utama untuk bidang rekayasa, sains, dan penalaran. Bahkan, pada beberapa tugas tertentu, Fugu Ultra disebut mampu melampaui performa Fable 5.
Untuk diketahui, Fable 5 dan Mythos 5 merupakan model AI paling kuat dan canggih milik Anthropic asal Amerika Serikat (AS). Namun, kedua model itu ditarik kembali hanya tiga hari setelah peluncuran setelah pemerintah AS meminta perusahaan memblokir akses dengan alasan keamanan nasional. Pemasok 'senjata' canggih berupa tool AI untuk militer AS tersebut sudah beberapa kali berkonflik dengan pemerintah.
Versi Fugu ditujukan untuk pemrograman, percakapan, dan berbagai tugas harian lainnya. Sementara itu, Fugu Ultra dirancang untuk pekerjaan yang lebih kompleks seperti riset AI, reproduksi makalah ilmiah, analisis keamanan siber, hingga investigasi paten.
Berdasarkan grafik benchmark yang dibagikan Sakana, Fugu mengungguli Claude Fable 5 pada LiveCodeBench, yakni benchmark open source yang menguji kemampuan pemrograman melalui berbagai tugas pemecahan masalah perangkat lunak yang diperbarui secara berkala. Fugu Ultra mencatat skor 93,2, Fugu memperoleh 92,9, sementara Fable 5 berada di angka 89,8.
Selain itu, Fugu juga melampaui Claude Mythos pada pengujian GPQA-D (Diamond), yang terdiri dari 198 soal pilihan ganda tingkat pascasarjana di bidang biologi, fisika, dan kimia. Dalam pengujian tersebut, Fugu Ultra dan Fugu sama-sama meraih skor 95,5, sedangkan Mythos Preview mencatat 94,6.
Sakana juga mengklaim hasil pengujiannya menunjukkan model Fugu mampu mengungguli Gemini 3.1 Pro milik Google, GPT-5.5 dari OpenAI, serta Opus 4.8 milik Anthropic dalam sejumlah tugas, termasuk riset otomatis, desain mekanik, analisis tulisan tangan bahasa Jepang, permainan catur one-shot, penyelesaian Rubik's Cube, dan prediksi deret waktu keuangan.
Sakana berpendapat bahwa setiap model AI unggulan memiliki kelebihan yang berbeda. Ada yang lebih kuat dalam pemrograman, ada yang unggul dalam penalaran ilmiah, dan ada pula yang lebih baik dalam matematika. Alih-alih mengandalkan satu model, Fugu berupaya menggabungkan seluruh keunggulan tersebut.
Sakana AI sendiri didirikan di Tokyo pada 2023 oleh Llion Jones, salah satu penulis makalah fundamental Google tahun 2017 berjudul Attention Is All You Need, bersama David Ha, mantan kepala riset di Stability AI.
Peluncuran Fugu dan Fugu Ultra langsung memicu diskusi di komunitas AI karena dinilai menggeser fokus industri dari membangun model yang semakin besar menjadi mengoordinasikan berbagai sistem yang sudah tersedia.
Salah satu yang menyoroti inovasi tersebut adalah CEO dan pendiri bersama Box, Aaron Levie.
"Ini ide baru lainnya untuk mendorong perkembangan arsitektur AI. Sakana merilis model yang secara efektif menggunakan campuran berbagai model untuk menyelesaikan pekerjaan. Pengguna mendapatkan satu API, tetapi pekerjaan akan dialihkan ke model yang memiliki performa terbaik untuk tugas tersebut," tulis Levie di X.
Ia menambahkan, pada dasarnya ini adalah cara produk AI terapan membangun agent harness mereka, tetapi menjadikannya sebuah LLM yang bisa digunakan langsung oleh pengembang juga merupakan ide yang hebat.
"Ketika inovasi terus berkembang baik dari model frontier tertutup maupun open-source, akan ada banyak nilai yang tercipta bagi lapisan yang mampu melakukan routing terbaik,"
Namun, tidak semua pengguna awal menerima klaim performa Sakana begitu saja. Peneliti AI sekaligus profesor di Wharton School, Ethan Mollick, mengaku telah menguji sistem tersebut dan menemukan bahwa prosesnya berjalan lambat.
"Saya telah mencoba Sakana Fugu Ultra-high dan pertama-tama, sistem ini sangat lambat. Pengujian coding yang biasa saya lakukan (shader dan adegan interaktif) membutuhkan waktu 30 menit untuk berjalan. Dan hasilnya, cukup baik. Sistem ini tidak menyamai Fable dalam penggunaan nyata," tulis Mollick di X.
China Juga Bikin Pesaing Mythos
Bukan cuma Jepang, China juga ikut unjuk gigi meluncurkan model AI yang digadang-gadang bisa menyaingi Mythos asal AS. Perusahaan keamanan siber China, 360 Security Technology, mengumumkan telah mengembangkan teknologi yang diklaim sebagai 'senjata canggih' beru.
Perusahaan menilai model AI tersebut telah menjadi kapabilitas strategis di bidang siber yang tidak boleh absen dimiliki China.
Dalam konferensi keamanan siber ISC.AI 2026 di Beijing, pendiri 360 Security Technology, Zhou Hongyi, memperkenalkan dua alat keamanan berbasis AI di bawah nama "Yitian Tulong". Nama tersebut diambil dari novel silat klasik China yang berarti "Pedang Langit dan Golok Naga".
Zhou menjelaskan salah satu alat tersebut, Tulongfeng, dirancang untuk secara otomatis menemukan kerentanan perangkat lunak dan disebutnya sebagai versi China dari Mythos. Sementara itu, sistem kedua bernama Yitianzhen dikembangkan untuk mengotomatisasi pertahanan siber dan respons terhadap insiden keamanan.
"Senjata yang sangat kuat yang dapat mengubah lanskap serangan dan pertahanan siber seperti ini tidak boleh hanya dimiliki oleh pihak lain," kata Zhou dalam pidatonya, berdasarkan transkrip yang dipublikasikan oleh 360, dikutip CNBC Indonesia dari Reuters.
Menurut Zhou, China menghadapi risiko transparansi satu arah apabila entitas AS dapat menggunakan model seperti Mythos untuk memindai perangkat lunak dan sistem kritis, sementara perusahaan-perusahaan China tidak memiliki kemampuan yang setara.
360 mengklaim Tulongfeng telah menemukan 3.432 kerentanan perangkat lunak, termasuk 105 di antaranya yang telah dikonfirmasi oleh otoritas China. Namun, Reuters tidak dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen.
(fab/fab)
Addsource on Google

5 hours ago
3
















































