Presiden Prabowo Subianto mendorong negara-negara ASEAN mempercepat diversifikasi energi di tengah meningkatnya ketidakpastian global saat sesi pleno KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Jumat (8/5/2026). Menurutnya, ketegangan geopolitik dan gangguan berkepanjangan pada jalur utama perdagangan dunia telah memberikan tekanan besar terhadap ketahanan energi negara-negara di kawasan Asia Tenggara. (Instagram/sekretariat.kabinet)
Dalam pidatonya, Kepala Negara menegaskan bahwa ASEAN harus bersiap menghadapi potensi gangguan jangka panjang dengan membangun ketahanan energi secara proaktif melalui langkah-langkah konkret dan berorientasi ke depan. Diversifikasi energi, kata Presiden, kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak yang harus dipercepat secara bersama-sama oleh seluruh negara anggota ASEAN. (Instagram/sekretariat.kabinet)
Presiden Prabowo juga memaparkan sejumlah langkah yang tengah dilakukan Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Upaya tersebut mencakup pengembangan energi alternatif dan terbarukan, pemanfaatan bioenergi, peningkatan penggunaan kendaraan listrik, hingga pembangunan program energi surya berskala besar dengan kapasitas mencapai 100 gigawatt. (Instagram/sekretariat.kabinet)
Dalam Acara tersebut, Prabowo nampak didampingi beberapa Kabinet Menteri dan Sekretaris Kabinet. Menurut Presiden, berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan energi nasional, langkah itu juga diharapkan dapat mendukung stabilitas pasokan energi di kawasan ASEAN. (Instagram/sekretariat.kabinet)
Melalui forum KTT ASEAN ke-48, Indonesia turut menegaskan pentingnya kerja sama regional dalam menghadapi tantangan energi global. Presiden Prabowo menilai kolaborasi antarnegara ASEAN diperlukan agar kawasan mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik dunia yang terus berkembang. (Instagram/sekretariat.kabinet)

1 hour ago
3

















































