Jakarta, CNBC Indonesia - Kolesterol tinggi tidak memiliki gejala spesifik. Namun Anda bisa mengenali beberapa tandanya melalui kaki dan kulit.
Kadar kolesterol yang tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit berbahaya misalnya serangan jantung dan stroke. Jika terlalu tinggi dapat memicu penyakit arteri perifer atau Peripheral Artery Disease (PAD) yang menimbul rasa nyeri.
Berikut beberapa tanda kolesterol pada kaki dan kulit:
1. Kaki dan tungkai dingin
Salah satu tanda yang bisa disadari adalah kaki terasa dingin, bahkan ini terjadi saat cuaca panas. Kondisi ini kemungkinan menjadi indikator Anda memiliki penyakit arteri perifer (PAD).
2. Perubahan warna kulit
Perubahan warna kulit juga bisa jadi pertanda Anda terkena kolesterol tinggi. Ini terjadi karena sel-sel tidak bisa mendapatkan nutrisi yang tepat akibat berkurangnya aliran darah yang membawa nutrisi dan oksigen.
3. Nyeri kaki
Gejala PAD yang paling umum adalah nyeri kaki. Penyebabnya karena arteri kaki tersumbat, membuat darah yang membawa oksigen tidak mencapai bagian bawah tubuh.
Pada akhirnya kaki akan terasa berat dan lelah. Sejumlah orang dengan kadar kolesterol tinggi merasakan sakit yang membakar di tungkai bawah.
Rasa sakit ini bisa terjadi di sejumlah kaki, seperti betis, paha, bokong, hingga salah satu atau kedua kaki. Biasanya terjadi setelah aktivitas fisik dilakukan, seperti berjalan kaki, joging, dan menaiki tangga.
4. Kram pada malam hari
Ini juga bisa jadi tanda kadar kolesterol tinggi, karena kondisinya akan semakin parah saat malam hari. Mereka yang menderita PAD akan mengalami kram atau kejang saat tidur, paling sering di tumit, kaki depan, atau jari kaki.
Untuk meredakannya, Anda bisa memilih posisi duduk yang memungkinkan gravitasi membantu aliran darah ke kaki.
5. Luka yang tidak kunjung sembuh
Anda patut waspada jika menderita luka yang tidak sembuh atau terbuka. Kondisi ini bisa berulang dan menyebabkan infeksi tanpa pengobatan.
Penyebab kondisi ini karena sirkulasi darah yang buruk. Luka yang tidak kunjung sembuh atau sembuh dengan sangat lambat bisa menjadi penanda kolesterol tinggi menghentikan aliran darah ke kaki Anda.
Mereka yang menderita PDA tidak bisa berjalan jauh karena kaki yang terasa lelah dan pegal. Ulkus kaki bisa membaik tanpa menimbulkan komplikasi lebih lanjut jika telah ditangani lebih awal.
6. Penyusutan otot betis
Tanda terakhir adalah gejala atrofi, atau pengurangan ukuran otot betis mereka. Terdapat penurunan jumlah dan ukuran serat otot karena berkurangnya aliran darah akibat terkena kolesterol tinggi.
Mereka dengan PAD parah bisa kehilangan lebih dari setengah serat otot di area yang terkena. Biasanya serat otot yang tersisa mengalami atrofi.
(dem/dem)
Addsource on Google

4 hours ago
4

















































