Ketupat Cepat Basi? Ikuti 5 Cara Ini Biar Tahan Lama

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menjelang Idul Fitri, ketupat menjadi sajian tradisional yang hampir selalu tersaji di setiap rumah. Meski begitu, tidak sedikit orang mengeluhkan ketupat yang cepat basi atau menjadi berlendir setelah disimpan.

Menjawab persoalan tersebut, ahli dari IPB University membagikan lima cara agar ketupat lebih awet, tetap lezat, dan tidak mudah rusak. Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, Prof Sugiyono, mengungkapkan ada sejumlah faktor penting yang perlu diperhatikan sejak tahap awal pembuatan.

1. Pilih Jenis Beras yang Tepat

Jenis beras sangat menentukan tekstur ketupat. Menurut Prof Sugiyono, beras jenis pera (tidak pulen) menghasilkan tekstur yang lebih padat dan lebih tahan lama. Semakin banyak beras yang dimasukkan ke dalam anyaman janur, teksturnya akan semakin keras.

"Gunakan beras putih yang telah digiling dan bersih dari dedak. Cuci bersih dan rendam terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam anyaman janur," ujar Prof Sugiyono.

2. Gunakan Daun Muda yang Lentur

Janur atau daun kelapa muda umumnya digunakan untuk membungkus ketupat. Di beberapa daerah, juga digunakan daun palma atau pandan.

"Yang penting adalah memilih daun yang muda dan lentur, tidak mudah robek agar dapat membungkus ketupat dengan baik," jelasnya.

3. Teknik Pembuatan yang Benar

Agar ketupat tahan lebih lama, Prof Sugiyono menyarankan untuk menambahkan air kapur sirih ke dalam beras sebelum dimasukkan ke dalam janur.

"Air kapur sirih akan membuat tekstur ketupat lebih keras dan tahan lama. Setelah matang, ketupat harus segera ditiriskan dan diangin-anginkan hingga permukaannya kering," katanya.

Ia menegaskan, jangan biarkan ketupat mendingin di dalam air rebusan karena dapat membuat ketupat menjadi lembek dan cepat basi.

4. Simpan di Kulkas

Cara paling praktis menyimpan ketupat agar tidak cepat basi adalah dengan memasukkannya ke dalam kulkas. Ketupat yang disimpan di lemari pendingin bisa bertahan hingga 7-9 hari, meski teksturnya akan menjadi keras.

"Kalau mau dikonsumsi lagi, cukup dikukus. Teksturnya akan kembali lembut," tambahnya.

5. Teknik Pengawetan Tambahan

Teknik lain seperti vacuum atau pemanasan ulang juga dapat digunakan, namun menurut Prof Sugiyono, belum ada bukti ilmiah yang mendukung efektivitas metode ini.

"Selain itu, cara tersebut juga cenderung tidak praktis jika diterapkan di rumah tangga," tutupnya.

(mij/mij)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |