Jakarta, CNBC Indonesia - Awal 2026dunia investasi menyaksikan fenomena yang mematahkan asumsi lama. Selama bertahun-tahun,Bitcoin (BTC)danEmas (XAU)dianggap sebagai aset kembar yang bergerak seiringan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan mata uang fiat.
Namun, data per Februari 2026 menunjukkan terjadinyaPemisahan Besar (The Great Decoupling). Sementara emas terus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All-Time High), Bitcoin justru terjebak dalam fase konsolidasi dan koreksi teknikal yang tajam.
1. Analisis Data Terkini: Jurang Pemisah yang Melebar
Berdasarkan data pasar per30 Januari 2026, angka-angka berikut menunjukkan kontras yang mencolok antara kedua aset penyimpan nilai tersebut:
|
Metrik Pasar |
Bitcoin (BTC) |
Emas (XAU) |
|
Harga Terkini |
$78.623,95 |
$4.745,10 /oz |
|
Kapitalisasi Pasar |
$1,6 Triliun |
$33,9 Triliun |
|
Korelasi Bergulir 1 Tahun |
-0,09 |
N/A |
|
Rasio BTC terhadap Emas |
16,57 oz |
N/A |
|
Dominasi Pasar |
4,6%dari Emas |
Pilar Utama Global |
Angka korelasi-0,09adalah data kunci yang menunjukkan bahwa hubungan historis kedua aset ini hampir sepenuhnya terputus. Emas telah melesat naik (pernah menyentuh $5.500 pada Januari), sementara Bitcoin justru merosot dari puncaknya di $126.000 (Oktober 2025) menuju level $78.000. Saat ini,1 Bitcoin hanya setara dengan 16,57 ounce emas, mencerminkan pergeseran kekuatan yang signifikan di awal tahun.
2. Akar Masalah: Bukan Kegagalan, Melainkan Perbedaan Fungsi
Analisis mendalam terhadap struktur pasar mengungkapkan bahwa divergensi ini bersifat fundamental dan siklikal. Masalahnya bukan pada kegagalan salah satu aset, melainkan padaasal-usul likuiditasdan bagaimana ia bersirkulasi.
A. Emas sebagai "Bunker" Geopolitik
Menurut Jason Gozali, Head of Research Pluang, pendorong utama lonjakan emas di tahun 2025-2026 bukanlah spekulasi retail, melainkan akumulasi strategis oleh bank sentral global-terutama Tiongkok, India, dan Rusia.
"Bank-bank ini terus membeli emas fisik pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya (rata-rata 1.000 ton per tahun) sebagai langkah dedolarisasi. Bagi negara-negara ini, emas adalah "jangkar" yang tidak bisa "dimatikan" oleh sanksi Barat atau perubahan perangkat lunak," ungkap dia, dalam keterangan resmi, dikutip Senin (9/2/2026).
B. Bitcoin sebagai "Spons Likuiditas" Global
Dalam report terbaru bertajuk divergensi emas dan bitcoin oleh tim research Pluang, Bitcoin telah berevolusi menjadi barometer bagiPasokan Uang M2 Global. Berdasarkan model analisisVector Autoregression(VAR), sekitar41%pergerakan harga Bitcoin dipengaruhi langsung oleh likuiditas global, sementara emas hanya menyumbang pengaruh langsung sebesar26%.
Bitcoin bertindak sebagai "spons" yang menyerap kelebihan modal dari sistem perbankan. Namun, di awal 2026, likuiditas ini tertahan. Meskipun program pengetatan kuantitatif (QT) Federal Reserve telah berakhir, kebijakan "Soft QE" yang diharapkan belum sepenuhnya membanjiri pasar kripto, membuat Bitcoin tampak "haus" akan arus modal baru sementara emas sudah lebih dulu kenyang oleh permintaan fisik bank sentral.
3. Dinamika Tiongkok vs. Amerika Serikat
Sumber likuiditas memainkan peran krusial dalam divergensi ini. Laporan pasar menunjukkan bahwaTiongkok adalah penggerak utama lonjakan emas. Likuiditas dari ekonomi riil Tiongkok mengalir deras ke logam mulia untuk stabilitas domestik di tengah ketidakpastian tarif dagang.
Di sisi lain, Bitcoin sangat sensitif terhadap kondisi keuangan di Amerika Serikat. KehadiranETF Bitcoin Spotyang kini mendominasi pasar (seperti IBIT milik BlackRock) telah "mengikat" nasib Bitcoin dengan selera risiko Wall Street. Ketika pasar saham AS mengalami tekanan di awal 2026, Bitcoin diperlakukan sebagai aset berisiko tinggi (high-beta) yang dilikuidasi untuk menutupi margin saham, bukan sebagai tempat perlindungan aman seperti emas.
4. Analisis Siklus: Bergerak Bersama, Cycle Apart
Satu perspektif penting yang sering diabaikan adalah bahwa emas dan Bitcoin "trend together, but cycle apart. "Secara jangka panjang (dekade), keduanya berkorelasi positif karena merespon debasement mata uang fiat. Namun, dalam jangka pendek, mereka sering bergerak berlawanan arah.
Kondisi saat ini menggambarkan siklus di mana emas memimpin karena ketakutan geopolitik mencapai puncaknya. Namun, sejarah menunjukkan bahwa ketertinggalan Bitcoin dari emas biasanya diikuti oleh fase "pengejaran" yang agresif. Dengan kapitalisasi pasar Bitcoin yang baru mencapai4,6%dari total pasar emas, potensi pertumbuhan (upside) Bitcoin tetap jauh lebih besar secara matematis daripada emas yang sudah sangat mapan.
5. Perubahan Struktur Pasar: Maturation vs. Volatility
Memasuki pertengahan 2026, Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pendewasaan. Peran investor institusional dan regulasi yang semakin jelas (seperti UU SLR yang akan diberlakukan April 2026 di AS) membuat basis permintaan menjadi lebih luas. Meskipun volatilitas tetap ada, terbukti dengan likuidasi massal senilai $1,7 miliar pada akhir Januari-Bitcoin tetap menjadi pilihan utama sebagai proksi teknologi dalam sistem moneter global.
Emas menawarkan tren naik yang lebih terstruktur dan konsisten, cocok bagi mereka yang mencari pelestarian kekayaan murni. Sebaliknya, Bitcoin menawarkan eksposur terhadap pertumbuhan likuiditas digital yang eksplosif.
6. Akses Beli Emas dan Bitcoin bagi Investor Indonesia melalui Pluang
DiPluang, kamu bisa membeli Emas (XAU) ataupun Bitcoin secara langung. Melalui satu platform, investor dapat:
-
Most Complete Trading App:Akses ke2.000+ asetsecara instan. Anda bisa menangkap momentum di Bursa Efek Indonesia sekaligus melakukanpositioningdi pasar global (NYSE, Nasdaq) hanya dalam satu aplikasi.
-
Most Competitive Spread & USDT:Esensial bagiscalperdanday traderuntuk meminimalkancost of tradingdan memaksimalkan profitabilitas bersih.
-
Trade with Aura AI:Memanfaatkan kecerdasan buatan untuk analisis sentimen dan identifikasi sinyal pasar secara real-time.
-
High Leverage Options:Tersedia25x Leverage pada Crypto Futuresdan4x Leverage pada AI Stocksyang dapat ditradingkan 24 jam.
-
Advanced Derivatives:Dukungan untukUS Stocks Options (Long & Short), memungkinkan strategihedgingatau spekulasi volatilitas tingkat lanjut.
-
Akses Global:Memungkinkan pembelian Saham AS (seperti Apple, Nvidia) dan indeks S&P 500.
-
Multi-Aset:Anda bisa menyeimbangkan portofolio saham dengan Emas Digital (asetsafe haven) atau Crypto (aset pertumbuhan tinggi) tanpa perlu berpindah aplikasi.
-
Keamanan Terjamin:Dana disimpan terpisah di bank kustodian berizin, diawasi regulator, dan data dilindungi enkripsi standar internasional.
-
Fitur Pendukung:DilengkapiPocket, sinyal trading, dan berita pasar terkini untuk mendukung keputusan investasi Anda.
Untuk aset crypto, Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka yang memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Derivatif Keuangan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk produk derivatif keuangan dengan aset dasar berupa Efek.
Untuk aset emas, Pluang berizin dan diawasi oleh OJK. Pluang bekerja sama dengan PT Pluang Emas Sejahtera yang telah memiliki izin sebagai Pedagang Fisik Emas Digital dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
7. Implikasi Portofolio
Pemisahan korelasi (decoupling) di tahun 2026 bukanlah tanda bahwa "emas digital" telah gagal. Sebaliknya, ini adalah bukti bahwa Bitcoin telah menemukan tempatnya sendiri sebagai instrumen kinerja tinggi yang berbeda dari emas fisik.
-
Emasadalah aset "Bunker" untuk perlindungan saat terjadi krisis fisik dan sanksi.
-
Bitcoinadalah aset "Growth" yang memanen keuntungan dari ekspansi moneter digital.
Bagi investor, periode dengan korelasi negatif-0,09ini merupakan momen langka untuk diversifikasi. Memegang emas memberikan stabilitas saat dunia penuh ketidakpastian geopolitik, sementara mempertahankan posisi di Bitcoin (meskipun sedang terkoreksi ke $78.000) memberikan tiket untuk menangkap gelombang likuiditas global berikutnya yang biasanya datang setelah fase konsolidasi panjang.
Seiring kita melangkah lebih jauh di tahun 2026, pemahaman tentang "di mana likuiditas berasal" dan "bagaimana ia bersirkulasi" akan menjadi penentu keberhasilan investasi. Bitcoin dan emas bukan lagi rival yang saling meniadakan, melainkan instrumen komplementer dalam matriks inflasi moneter modern.
Disclaimer: Segala analisis atau rekomendasi dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































