Seorang anak laki-laki berdiri di samping seekor paus sperma mati yang terdampar di pesisir Pantai Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, Rabu (6/5/2026). Mamalia laut berukuran besar itu awalnya ditemukan dalam kondisi sempat hidup, namun kandas di bibir pantai saat air laut surut. (REUTERS/Johannes Christo)
Dilansir Detikcom, peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga pada Selasa sekitar pukul 15.30 Wita. Saksi mata melihat benda besar bergerak-gerak sekitar 100 meter dari garis pantai. Saat air laut semakin surut, paus itu akhirnya terdampar dengan posisi kepala menghadap ke laut. (REUTERS/Johannes Christo)
Kapolsek Melaya Kompol I Ketut Sukadana mengatakan, paus pertama kali terlihat oleh warga yang melihat ekornya mengibas di pinggir laut. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang, sementara kondisi paus saat itu masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan meski tampak lemas. (REUTERS/Johannes Christo)
Aparat kepolisian dari Polsek Melaya segera mendatangi lokasi untuk mengamankan area agar warga tidak terlalu dekat. Polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk BKSDA, guna melakukan penanganan dan evakuasi terhadap mamalia laut tersebut. Sehari setelah terdampar, paus tersebut dilaporkan mati pada Rabu (6/5/2026), dikutip Reuters. (REUTERS/Johannes Christo)
Paus yang diduga berjenis paus sperma dengan panjang sekitar 15 meter itu belum diketahui secara pasti penyebab kematiannya. Seorang dokter hewan menyebut kematian bisa dipicu berbagai faktor, mulai dari infeksi, dehidrasi, hingga stres. Sementara itu, data Whale Stranding Indonesia mencatat lebih dari 70 kasus paus terdampar terjadi di Indonesia sepanjang tahun lalu, termasuk sedikitnya 10 kasus di Bali. (REUTERS/Johannes Christo)

6 hours ago
7

















































