FOTO : Atus Syahbudin, P.Hd menyerahkan karya buku seputar Dakwah Ekologi yang ia tulis kepada DPW LDII Kalbar, Susanto [ ist ]
Pewarta : Tim liputan |Editor/publisher : Admin radarkalbar.com
JAKARTA – Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Atus Syahbudin, menilai LDII Kalimantan Barat memiliki kapasitas empiris dan sosial yang kuat untuk tampil sebagai pionir dalam gerakan pelestarian lingkungan hidup berbasis komunitas.
“Saya melihat LDII Kalbar selama ini secara intens sudah melakukan aksi nyata dengan kegiatan lingkungan. Keterlibatan ini membuktikan jika LDII Kalbar memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup,” ujarnya sebagaimana rilis yang diterima redaksi, Kamis (30/4/2026)
Dalam perspektif akademik, organisasi masyarakat sipil seperti LDII dipandang sebagai aktor strategis dalam kerangka community-based environmental governance.
“Konsistensi program yang dijalankan LDII Kalbar dalam mendorong kesadaran ekologis melalui pendekatan edukatif, preventif, dan aplikatif di tingkat akar rumput patut diapresiasi dan diperkuat.
Beberapa indikator yang menguatkan peran tersebut antara lain : pelaksanaan program penghijauan berbasis jamaah, pengelolaan sampah terpadu di lingkungan warga, serta integrasi nilai-nilai keagamaan dalam membangun etika lingkungan.
Penulis buku Dakwah Ekologi Fikih Lingkungan untuk Keberlanjutan
Peradaban ini berpendapat pula bahwa intensitas kegiatan ini menunjukkan adanya proses institusionalisasi nilai ekologis dalam tubuh organisasi, bukan sekadar aktivitas seremonial dan individual.
” Pendekatan yang dilakukan LDII Kalbar memiliki relevansi dengan konsep ekoteologi, yakni integrasi antara ajaran keagamaan dan tanggung jawab ekologis. Dalam konteks ini, dakwah tidak hanya dimaknai sebagai penyampaian nilai spiritual, tetapi juga sebagai instrumen transformasi sosial menuju perilaku ramah lingkungan,” jelas dia
Hingga kini LDII Kalbar telah menunjukkan best practice dalam membangun kesadaran ekologis berbasis komunitas.
“Jika diperkuat melalui kolaborasi dengan akademisi dan pemangku kebijakan, model ini berpotensi direplikasi secara lebih luas,” ujarnya.
Terpisah, Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas dan intensitas program lingkungan, dengan kolaborasi lintas sektoral.
“Penguatan kapasitas internal, sinergi lintas sektor, serta pengembangan program berbasis inovasi menjadi fokus utama ke depan. Jadi kami terbuka untuk kolaborasi, karena kepedulian lingkungan menjadi tugas bersama,” katanya.
Dorongan dan motivasi dari semua kalangan menjadi energi bagi LDII Kalbar untuk terus kontributif.
“Karya buku yang diberikan dan support yang besar dari mentor akan memberikan spirit bagi LDII Kalbar memberikan kontribusi khususnya dalam membangun kesadaran kepedulian lingkungan,” tegas Susanto. [ rilis ]

3 hours ago
2

















































