Jakarta, CNBC Indopnesia - Presiden AS Donald Trump tiba-tiba menuduh Iran menggunakan senjata super canggih dalam perang melawan Amerika Serikat (AS). Hal ini diungkapkan di tengah eskalasi perang yang kian meluas di Timur Tengah.
Menurut Trump, Iran menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai 'senjata disinformasi' yang memalsukan kesuksesan Iran dalam serangan balasan ke Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Sebagai catatan, serangan Iran ke dua infrastruktur kritis berupa data center raksasa AWS milik AS di Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) telah dikonfirmasi oleh AWS. Serangan itu menyebabkan banyak aplikasi konsumen lumpuh, termasuk perbankan.
Selain itu, pangkalan-pangkalan militer AS yang dibombardir Iran terbukti membuat beberapa bandara, seperti Dubai dan Abu Dhabi, sempat lumpuh total. Hingga sekarang penerbangan juga belum sepenuhnya normal.
"AI bisa sangat berbahaya, kita harus sangat berhati-hati dengannya," kata Trump kepada wartawan di Air Force One, dikutip dari Reuters, Senin (16/3/2026).
Pernyataan itu dilontarkan tak lama setelah ia membuat unggahan di platform Truth Social yang menuduh media Barat melakukan koordinasi erat dengan Iran untuk menyebarkan berita palsu yang dihasilkan AI. Tuduhan Trump ini diungkapkan tanpa bukti.
Komentar tersebut muncul di tengah ketegangan yang kembali meningkat antara Komisi Komunikasi Federal (FCC) dan lembaga penyiaran setelah Trump menargetkan liputan media tentang perang AS-Israel dengan Iran. Ketua FCC Brendan Carr pada akhir pekan lalu mengancam akan mencabut izin penyiaran dari lembaga-lembaga yang tidak memperbaiki arah liputan mereka.
Trump beberapa kali menuduh media-media Barat menyebar kebohongan ketika mereka membuat berita yang menurutnya mengkritisi dirinya. Bahkan, Trump sebelumnya meminta penghapusan lisensi bagi media-media yang ia pandang tak adil.
Antara unggahan media sosial dan komentarnya terhadap wartawan, Trump pada Minggu (15/3) waktu setempat mengungkap tiga contoh Iran menggunakan AI untuk 'menyesatkan' publik.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan Iran menunjukkan kapal-kapal kamikaze yang tak nyata. Ia juga mengklaim Iran menggunakan AI untuk mencerminkan kesuksesannya menyerang Kapal induk USS Abraham Lincoln.
Trump mengatakan media-media yang turut menyebarkan berita-berita itu bisa dikenakan sanksi pengkhianatan.
Reuters telah memverifikasi gambar yang difilmkan dari pelabuhan Basra di Irak, yang menunjukkan kapal-kapal Iran yang sarat bahan peledak tampaknya menyerang dua kapal tanker bahan bakar, menewaskan setidaknya satu awak kapal.
Media pemerintah Iran memang mengklaim bahwa militer Iran menyerang USS Abraham Lincoln, meskipun klaim tersebut tidak banyak diberitakan oleh media Barat.
Trump juga mengklaim bahwa gambar yang menunjukkan "250.000" warga Iran di sebuah demonstrasi untuk mendukung Pemimpin Tertinggi baru Mojtaba Khamenei adalah "sepenuhnya hasil rekayasa AI" dan bahwa peristiwa tersebut "tidak pernah terjadi."
Beberapa demonstrasi pro-pemerintah telah terjadi di Iran sejak perang dimulai, tetapi pencarian singkat oleh Reuters tidak menemukan laporan Barat yang menyebutkan angka 250.000. Banyak organisasi media, termasuk Reuters, telah memuat foto-foto berita yang menunjukkan kerumunan di Teheran setelah Khamenei diangkat menjadi pemimpin.
Trump tidak mengklarifikasi laporan berita spesifik dari Iran yang ia maksud.
(fab/fab)
Addsource on Google

2 hours ago
4
















































