“Riak” Dalam MI Ma’arif Labschool Sintang Berada di “Titik Didih” Akibat Kisruh Internal, Guru Ancam Mogok Ngajar

13 hours ago 2

FOTO : Suasana saat siswa MI Ma’arif Labschool Sintang mengikuti apel [ ist ]

Tim liputan – radarkalbar.com

SINTANG – Suasana yang biasanya tenang di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif Labschool Sintang berubah menjadi tegang dalam beberapa waktu belakangan ini.

Di balik aktivitas belajar mengajar yang masih berjalan, tersimpan kegelisahan yang kian menguat di antara para guru dan tenaga kependidikan.

Sebuah keputusan yang dinilai tergesa dan tidak transparan telah memantik bara ketidakpuasan penunjukan kepala sekolah baru tanpa keterlibatan pihak internal madrasah.

Akar masalah bermula dari terbitnya Surat Keputusan pengangkatan Nurudin, S.H.I. sebagai Kepala Madrasah yang baru.

Namun, yang lebih membuat para guru terkejut, namanya telah tercatat dalam data EMIS GTK dari MAS Al Iman dan kemudian masuk ke data EMIS GTK MI Ma’arif Labschool, seolah penempatan tersebut sudah final.

Mereka menganggap proses ini tidak hanya mengabaikan prinsip musyawarah, tetapi juga menabrak aturan internal yang selama ini ditegakkan.

Madrasah ini berada di bawah naungan STAIMA Sintang sebagai Badan Pelaksana Pendidikan pihak yang sejak awal menjadi pendiri dan pembina lembaga.

Karena itu, keputusan struktural seperti penunjukan kepala madrasah dianggap sangat penting untuk dilakukan lewat dialog, bukan putusan tunggal.

Seorang guru yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku bahwa keputusan itu meninggalkan luka moral.

“Kami merasa tidak dihargai. Penunjukan ini dilakukan tanpa musyawarah, tanpa mempertimbangkan rekam jejak, atau mendengarkan masukan dari kami yang setiap hari berada di ruang kelas,” cetusnya.

Lebih jauh, para guru menyoroti ketidakwajaran lain masuknya nama kepala madrasah yang baru ke data EMIS GTK. Sementara masih banyak guru yang belum bisa terdaftar akibat kebijakan sekolah yang mengharuskan masa pengabdian minimal dua tahun.

Tak ayal, kesenjangan ini menambah deretan pertanyaan tentang urgensi dan motif penunjukan tersebut.

Di ruang guru, kekhawatiran terucap dalam nada yang beragam khawatir terhadap stabilitas sekolah, khawatir terhadap terhentinya kegiatan belajar mengajar, dan khawatir atas munculnya pihak-pihak luar yang belakangan sering datang tanpa kejelasan identitas.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan yang turut menyuarakan keberatan menegaskan keputusan ini bisa berimbas langsung pada operasional madrasah.

“Jika penunjukan ini dipaksakan, sangat mungkin proses belajar mengajar terganggu. Kepala sekolah sebelumnya, Ibu Yunidar Saptiani, S.Pd., telah mengelola sekolah dengan baik. Namun jika kondisi ini dibiarkan, hambatan-hambatan pasti muncul,” ujarnya.

Ia menambahkan, ancaman aksi mogok bukan langkah yang mereka ambil dengan enteng.

“Saat ini sedang berlangsung Sumatif Akhir Semester dan pengisian Raport Digital Madrasah. Kami sangat sadar dampaknya bagi anak-anak. Tetapi demi tata kelola sekolah yang sehat dan demokratis, kami harus bersuara,” cetusnya.

Di tengah ketegangan ini, para pendidik meminta STAIMA Sintang sebagai badan pendiri untuk segera mengambil langkah jelas.

Selain itu, mereka mendesak adanya penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga menyerahkan MIS Ma’arif Labschool Sintang kepada pihak lain, termasuk kepada seseorang bernama Unari yang disebut dalam keluhan para guru.

Keterlambatan penanganan, menurut mereka, hanya akan memperburuk situasi.

“Jika STAIMA lambat bertindak, proses belajar mengajar akan semakin terganggu,” timpal salah satu guru.

Kini, madrasah yang selama ini dikenal sebagai ruang tumbuh anak-anak Sintang justru berada di persimpangan.

Ketegangan masih terasa, terutama karena kedatangan pihak-pihak yang tidak dikenal ke lingkungan sekolah. Untuk itu, para guru menuntut agar keputusan penunjukan Kepala Sekolah tersebut dicabut dan ditinjau kembali.

Di balik tembok kelas yang ramai oleh suara murid, krisis senyap sedang bergejolak krisis yang mempertanyakan siapa sebenarnya yang berhak menentukan arah sebuah lembaga pendidikan, dan sejauh mana suara para pendidik dihargai dalam proses itu.

Awak media radarkalbar.com berusaha untuk mengkonfirmasi hal itu ke pihak yang bersangkutan, namun belum bisa terhubung. [ red ]

editor/publisher : admin radarkalbar.com

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |