Mengenal Pulau Terlarang Iran "Kharg" yang Dibombardir Trump

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan telah membombardir pusat minyak Iran, Pulau Kharg, Jumat.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, ia mengatakan pulau yang menangani hampir seluruh ekspor minyak mentah Iran, telah "benar-benar hancur" dalam "salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah".

Video juga diunggah sang Presiden di media sosial yang sama, menunjukkan serangan terhadap fasilitas bandara dan landasan pacu Kharg. Seorang pejabat militer AS mengatakan serangan itu "berskala besar" tetapi menghindari infrastruktur minyak pulau tersebut.

"Target termasuk fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker penyimpanan rudal, dan infrastruktur militer lainnya," tambah pejabat itu ke CNN International.

Hal ini menjadi update terbaru dari perang AS-Israel ke Iran, yang dimulai sejak 28 Februari, dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Bersama itu, Angkatan Laut AS juga disebut akan segera mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz- perairan 20% minyak global yang ditutup Iran- sebagai balasan serangan AS, yang berujung pada kenaikan harga minyak global.

Lalu apa pulau itu sebenarnya? Berikut rangkuman CNBC Indonesia, Minggu (15/3/2026).

Pulau Terlarang

Mengutip AFP, Pulau Kharg memang sangat mini hanya 20 km. Pulau ini adalah pulau karang yang ukurannya bahkan hanya sekitar sepertiga dari Manhattan, AS.

Letaknya sekitar 25 km dari pantai Iran, di Teluk Persia. Warga sekitar mengenalnya sebagai "Pulau Terlarang" karena kontrol militer yang ketat.

Jantung Minyak Iran

Pulau ini telah lama menjadi kunci bagi perekonomian Iran. Sebuah dokumen CIA dari tahun 1984 mengatakan bahwa fasilitas tersebut adalah "yang paling vital dalam sistem minyak Iran dan pengoperasiannya yang berkelanjutan sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi Iran".

Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, baru-baru ini mengatakan bahwa menghancurkan terminal tersebut akan "melumpuhkan perekonomian Iran. Bahkan ia berujar ini bisa "menggulingkan rezim" merujuk pemerintah saat ini.

Ya, hampir setiap hari, jutaan barel minyak mentah mengalir ke sana dari ladang-ladang utama Iran, termasuk Ahvaz, Marun, dan Gachsaran. Minyak didistribusikan melalui pipa-pipa ke pulau tersebut.

Dari sejumlah data satelit, terlihat bahwa pulau itu memiliki dermaga-dermaga panjang. Dermaga itu menjorok ke perairan yang cukup dalam untuk menampung kapal tanker minyak bahkan yang sangat besar sekalipun.

Ini menjadikan pulau ini lokasi penting untuk distribusi minyak. Pulau ini memproses 90% ekspor minyak mentah Iran.

Menurut data bank investasi AS, JP Morgan, dalam sebuah catatan yang dilaporkan oleh Reuters, dalam beberapa minggu menjelang serangan AS-Israel di Iran, ekspor dari Kharg meningkat hingga mendekati rekor tertinggi. Kapasitas penyimpanan di Kharg diperkirakan sekitar 30 juta barel dan, menurut analis perdagangan global Kpler, di mana sekitar 18 juta barel minyak mentah saat ini disimpan di sana.

Sejak perang pecah, pulau itu telah memuat kapal tanker "tanpa henti sejak perang pecah" merujuk TankerTrackers. Analisa itu didapat dari citra satelit, fotografi pantai, dan data untuk melacak pengiriman minyak mentah.

Perlu diketahui, Iran sendiri memasok sekitar 4,5% minyak global. Negeri itu memompa 3,3 juta barel minyak mentah dan 1,3 juta barel kondensat dan cairan lainnya setiap hari.

Apa Dampak Serangan?

Sementara itu, Iran sendiri telah mengatakan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur minyak dan energinya akan menyebabkan serangan balasan terhadap fasilitas di kawasan tersebut yang dimiliki oleh perusahaan minyak yang bersahabat dengan AS.

"Ini telah berubah dari sekadar 'menghancurkan militer-menghancurkan rezim' tetapi sekarang kita mencoba untuk menghancurkan sumber kehidupan ekonomi negara ini, berpotensi," kata mantan Brigadir Jenderal Angkatan Darat AS, Mark Kimmitt.

Kimmitt mengatakan AS menyandera pulau itu untuk memastikan bahwa Iran mengizinkan kapal-kapal melewati Selat Hormuz, yang penutupannya telah menyebabkan harga minyak mentah melonjak. Jika infrastruktur minyak itu menjadi sasaran, kata Kimmitt, "jelas bahwa Iran akan menyerang infrastruktur lainnya di Timur Tengah".

Iran dapat meningkatkan eskalasi lebih jauh dengan mewujudkan ancamannya. Sejauh ini, Iran telah menyerang tangki penyimpanan minyak di sekutu AS, Oman dan Bahrain, dan telah menargetkan kapal tanker minyak dan kapal kargo di Teluk Persia.

Di sisi lain, militer Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), juga mengancam akan membakar infrastruktur minyak dan gas di wilayah tersebut jika situs energi Iran diserang.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |