Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyiapkan kapasitas perjalanan kereta cepat Whoosh untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026. Selama masa angkutan Lebaran yang berlangsung pada 13-30 Maret 2026, KCIC mengoperasikan puluhan perjalanan kereta setiap hari dengan kapasitas puluhan ribu kursi.
Dalam rencana operasi yang disiapkan, KCIC mengoperasikan 62 perjalanan kereta cepat Whoosh per hari dengan total kapasitas 37.262 tempat duduk. Secara keseluruhan, proyeksi selama 18 hari masa angkutan Lebaran mencapai sekitar 301.000 penumpang, dengan 25 ribu penumpang per hari.
Sekretaris Perusahaan KCIC Eva Chairunisa mengatakan, jumlah penumpang Whoosh pada musim mudik tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 4% dibandingkan periode Lebaran tahun lalu.
"Jadi untuk angkutan Lebaran di 2026 ini, kami prediksi akan mengalami peningkatan sekitar 4% jika dibandingkan dengan tahun lalu. Karena memang kalau kita lihat secara keseluruhan, volume dari penumpang Whoosh ini setiap tahun ini semakin meningkat," kata Eva saat ditemui usai acara Buka Puasa Bersama di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan penumpang Whoosh umumnya terjadi mendekati hari raya dan berlanjut setelah Lebaran.
"Karakteristik dari penumpang kereta Whoosh ini, lonjakan penumpang itu baru akan terjadi pada saat H-1, kemudian H+1 Lebaran, dan seterusnya sampai dengan momen libur angkutan Lebaran itu berakhir," jelasnya.
Menurut Eva, pola tersebut dipengaruhi karakter perjalanan pengguna Whoosh yang banyak memanfaatkan kereta cepat untuk bersilaturahmi di wilayah Jakarta-Bandung.
"Karena memang mayoritas orang itu menggunakan Whoosh untuk yang bersilaturahmi. Karena memang jarak tempuh kita juga hanya sekitar 30 sampai dengan 47 menit. Sehingga banyak yang memanfaatkan untuk silaturahmi, mungkin sholat Ied dulu di rumah, baru mereka pergi bersilaturahmi," terang dia.
Selain untuk silaturahmi, lonjakan penumpang biasanya juga berlanjut hingga akhir masa libur Lebaran karena banyak masyarakat memanfaatkan Whoosh untuk berwisata.
"Nah selanjutnya, kenapa itu terjadi lonjakan sampai dengan akhir momen libur Lebaran? Ini mayoritas orang menggunakan untuk wisata," kata Eva.
Dari sisi tarif, KCIC masih menerapkan skema dynamic pricing dengan harga tiket maksimal sekitar Rp350.000. Bagi penumpang yang berencana melakukan perjalanan bolak-balik Jakarta-Bandung selama libur panjang, KCIC juga menawarkan program kartu langganan Frequent Whooser Card (FWC).
"Frequent Whooser Card itu ada yang berlaku hanya 6 perjalanan, ini harganya itu sekitar Rp1.725.000. Jadi flatnya itu sekitar Rp225.000," ujarnya.
Ia menambahkan harga tersebut tetap berlaku meski perjalanan dilakukan pada periode peak season atau libur panjang.
"Nah jadi kalaupun harga di hari itu Rp350.000, kalau dia pemegang FWC ketika dia naik di hari itu harganya tetap di Rp225.000 seperti yang sudah dibeli," ucap dia.
Selain itu, KCIC juga bekerja sama dengan sejumlah destinasi wisata di Bandung yang memberikan keuntungan tambahan bagi pemegang tiket Whoosh, seperti akses gratis masuk objek wisata.
"Jadi jangan lupa yang menggunakan tiket Whoosh yang akan wisata, jangan dibuang tiket Whoosh-nya, karena nanti bisa digunakan untuk masuk ke destinasi-destinasi wisata yang sudah bekerjasama dengan KCIC," ujarnya.
Untuk mendukung operasional selama masa angkutan Lebaran, KCIC menyiapkan 352 personel kru operasional yang terdiri dari 52 masinis, 52 teknisi mekanikal, 29 petugas operation control, 46 kondektur, 28 teknisi listrik, 89 petugas kereta cepat, serta 56 petugas keamanan dan kebersihan.
Dari sisi pengamanan, sebanyak 551 personel turut disiagakan yang berasal dari unsur internal keamanan KCIC, TNI, dan Polri. Selain itu, terdapat 309 personel yang bertugas di posko angkutan Lebaran yang terdiri dari petugas posko pusat KCIC, kementerian dan lembaga terkait, serta berbagai departemen operasional perusahaan.
KCIC juga memastikan kesiapan fasilitas di stasiun dan kereta untuk menunjang kenyamanan penumpang. Di stasiun tersedia berbagai fasilitas seperti Wi-Fi gratis, lift dan eskalator, konektivitas antarmoda, ruang menyusui, area bermain anak, musala, fasilitas bagi penumpang berkebutuhan khusus, tenant makanan dan minuman, klinik, loker penyimpanan barang, hingga kursi pijat.
Sementara di dalam kereta, penumpang dilengkapi dengan port pengisian daya, layar informasi digital, kursi ergonomis, toilet bersih dan aksesibel, bagasi kabin, serta layanan kereta makan.
Untuk aspek keamanan dan keselamatan perjalanan, KCIC mengoperasikan 1.775 unit CCTV yang tersebar di berbagai titik seperti Stasiun Halim, Karawang, Padalarang, Tegalluar, depo, jalur kereta cepat, hingga di dalam rangkaian kereta. Selain itu terdapat 38 sensor pemantau kondisi lingkungan yang terdiri dari sensor angin, sensor hujan, sensor objek asing, dan sensor gempa.
KCIC juga memetakan sejumlah potensi bahaya selama musim hujan di sepanjang jalur kereta cepat, yakni enam titik sedimentasi, delapan titik banjir, serta 22 titik rawan longsor. Seluruh titik tersebut dipantau selama 24 jam untuk memastikan operasional kereta cepat Whoosh tetap aman dan lancar selama masa angkutan Lebaran.
(mij/mij)
Addsource on Google

4 hours ago
3

















































