Israel Panas! Dua Musuh Netanyahu Bersatu, Siap "Ambil Alih" Negara

6 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemilu Israel kian memanas setelah mantan perdana menteri, Naftali Bennett dan pemimpin oposisi, Yair Lapid, resmi beraliansi untuk menantang petahana Benjamin Netanyahu dalam pemilu yang diperkirakan berlangsung akhir tahun ini.

Keduanya sepakat menggabungkan kekuatan politik guna menyatukan oposisi yang selama ini terpecah. Dalam pernyataan bersama yang disiarkan televisi, Bennett dan Lapid mengumumkan pembentukan partai baru bernama Together, yang akan dipimpin oleh Bennett.

"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa malam ini, bersama teman saya Yair Lapid, kami mengambil langkah paling Zionis dan patriotik untuk negara kami," ujar Bennett, seperti dikutip Al Jazeera, Senin (27/4/2026).

Lapid menegaskan bahwa perbedaan ideologi bukan penghalang kerja sama. "Bennett adalah politisi sayap kanan, tetapi jujur, dan ada kepercayaan di antara kami," katanya.

Ia menambahkan, langkah ini bertujuan "menyatukan blok, mengakhiri perpecahan internal, dan memfokuskan semua upaya untuk memenangkan pemilu penting yang akan datang."

Aliansi ini juga diwarnai kritik terhadap kepemimpinan Netanyahu, terutama terkait penanganan konflik sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Bennett menyatakan, jika terpilih, ia akan membentuk komisi penyelidikan nasional atas kegagalan yang dinilai berujung pada serangan tersebut, yang klaimnya hingga kini ditolak oleh pemerintahan Netanyahu.

Lapid turut mengkritik kebijakan pemerintah, bahkan menyebut gencatan senjata dua minggu dengan Iran sebagai "bencana politik".

Bennett dan Lapid sebelumnya pernah berkoalisi pada 2021 dan berhasil mengakhiri 12 tahun kekuasaan berturut-turut Netanyahu, meski pemerintahan mereka hanya bertahan kurang dari 18 bulan. Netanyahu kemudian kembali berkuasa usai memenangkan pemilu November 2022 dan membentuk pemerintahan paling kanan dalam sejarah Israel.

Namun, konflik berkepanjangan pasca-serangan Hamas dinilai menggerus kredibilitas keamanan Netanyahu. Sejumlah jajak pendapat terbaru menunjukkan persaingan semakin ketat.

Survei N12 News Israel pada 23 April memproyeksikan partai Likud yang dipimpin Netanyahu meraih 25 kursi parlemen, sementara Bennett diperkirakan mengamankan 21 kursi. Adapun partai Lapid diprediksi hanya meraih 7 kursi, turun dari 24 kursi saat ini.

(tfa/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |