Iran Melahirkan Sejarah Pertanian Dunia, Berkembang 5.000 Tahun Lalu

2 hours ago 2

Emanuella Bungasmara Ega Tirta,  CNBC Indonesia

14 March 2026 12:00

Jakarta, CNBC Indonesia- Pertanian sering diasosiasikan dengan lembah subur seperti Mesopotamia atau Sungai Nil. Namun sejumlah penelitian arkeologi menunjukkan dataran tinggi Iran memiliki peran awal dalam perkembangan pertanian dunia.

Pengetahuan tentang domestikasi tanaman, teknik budidaya, serta pengelolaan air berkembang di kawasan ini ribuan tahun lalu dan kemudian menyebar ke wilayah lain.
Iran merupakan salah satu eksportir komoditas penting pertanian di dunia, mulai dari safron hingga pistachio. 
Iran adalah rodusen terbesar dunia di mana menyuplai sekitar 81% produksi global.

Sekitar sepertiga dari total luas wilayah Iran merupakan lahan pertanian yang dapat digarap. Namun, kurang dari sepertiga lahan yang dibudidayakan tersebut menggunakan sistem irigasi, sementara sisanya mengandalkan pertanian tadah hujan.

Wilayah barat dan barat laut Iran memiliki tanah yang paling subur. Pada akhir abad ke-20, kegiatan pertanian menyumbang sekitar seperlima dari produk domestik bruto (PDB) Iran dan mempekerjakan proporsi tenaga kerja yang hampir sama besar.

Pertanian memiliki sejarah dan tradisi yang sangat panjang di Iran. Sekitar 10.000 SM, domestikasi kambing paling awal yang diketahui telah terjadi di dataran tinggi Iran.

Beberapa buah seperti persik pertama kali masuk ke Eropa dari Persia, yang terlihat dari nama Latinnya Persica, yang kemudian menjadi kata "peach" dalam bahasa Inggris.

Hal yang sama juga terjadi pada tulip, yang pertama kali dibudidayakan di Persia kuno, serta bayam, di mana kata "spinach" berasal dari kata Persia Esfenāj.

Bangsa Tiongkok pada tahun 647 M bahkan menyebut bayam sebagai "herba Persia."

Sekitar 400 SM, masyarakat Persia telah menggunakan bentuk awal es krim. Selain itu, nenek moyang kue kering (cookie) diyakini berasal dari Persia-dari kata Persia Kūlūcheh-sekitar abad ke-7 menurut banyak sumber.

Pada abad ke-5 SM, Persia juga menjadi sumber penyebaran ayam domestik ke Eropa.

Sebagai contoh, penyair abad ke-5 SM Cratinus (menurut penulis Yunani kemudian Athenaeus) menyebut ayam sebagai "alarm Persia."

Dalam komedi The Birds (414 SM) karya Aristophanes, ayam disebut sebagai "burung Median," yang menunjukkan bahwa hewan tersebut diperkenalkan dari Persia.

Salah satu pencapaian teknologi paling penting dalam tradisi Persia adalah qanat, yaitu saluran air bawah tanah yang digunakan untuk irigasi pertanian.

Qanat telah digunakan selama ribuan tahun, dan hingga kini masih digunakan di Iran modern.

Irigasi Iran. (Dok. UNESCO)Foto: Irigasi Iran. (Dok. UNESCO)
Irigasi Iran. (Dok. UNESCO)

Melansir dari tulisan Badi Badiozamani dalam Iran & America: Rekindling a Love Lost, wilayah dataran tinggi Iran menjadi lokasi awal pengembangan pertanian melalui dua jalur utama. Masyarakat kuno di kawasan ini mulai menjinakkan tanaman dan hewan liar yang hidup di dataran tersebut.

Pada tahap berikutnya, mereka mengembangkan teknik memperoleh dan menyalurkan air ke lahan pertanian.

Sejumlah arkeolog melihat kawasan sekitar Laut Kaspia sebagai salah satu pusat awal kegiatan pertanian. Profesor Ernest Herzfeld dan Sir Arthur Keith berpendapat masyarakat Caspian penduduk awal dataran tinggi Iran mengembangkan praktik pertanian yang kemudian menyebar ke dataran aluvial di sekitarnya. Wilayah-wilayah ini kemudian menjadi lokasi munculnya peradaban kota awal.

Temuan arkeologi memperkuat pandangan tersebut. Salah satu pemukiman manusia tertua ditemukan di Siyalk dekat kota Kashan di Iran tengah.

Peralatan batu yang ditemukan di lokasi tersebut mencakup pisau dari batu api dan bilah sabit, yang menunjukkan aktivitas panen tanaman.

Penelitian arkeolog Roman Ghirshman menunjukkan aktivitas peternakan dan pertanian berkembang setelah fase awal pemukiman tersebut.

Pada milenium keempat sebelum Masehi, manusia di kawasan ini telah menggunakan bajak dan menanam gandum serta jelai. Bukti lain ditemukan di desa Neolitik Geoy Tepe dekat Danau Urmia di Iran barat laut. Biji gandum yang hangus ditemukan di lokasi itu menunjukkan tanaman tersebut telah dibudidayakan lebih dari 5.000 tahun lalu.

Selain tanaman pangan pokok, wilayah Iran juga memiliki peran dalam sejarah tanaman hortikultura. Analisis laboratorium terhadap sebuah bejana tanah liat berusia sekitar 4.500 tahun yang ditemukan di Iran barat laut menunjukkan wadah tersebut digunakan untuk menyimpan anggur.

Temuan ini dianggap sebagai salah satu bukti paling awal penggunaan wadah penyimpanan anggur dalam sejarah.

Tanaman anggur kemudian menyebar ke wilayah lain di Asia. Melansir dari catatan sejarah yang dikutip Badiozamani, utusan Tiongkok bernama Zhang Qian membawa tanaman anggur dari Iran ke Tiongkok pada 128 SM pada masa Kaisar Wu dari Dinasti Han. Kata yang dibawa utusan tersebut untuk menyebut minuman anggur adalah "budo", yang diyakini berasal dari kata Persia badeh.

Beberapa tanaman lain juga memiliki jejak asal-usul dari kawasan Persia. Ahli botani Alphonse de Candolle berpendapat bayam pertama kali dibudidayakan sebagai sayuran di Persia. Tanaman ini kemudian menyebar ke Eropa melalui perantara dunia Arab dan Spanyol. Bukti linguistik memperlihatkan jejak tersebut, karena nama bayam dalam berbagai bahasa Eropa berasal dari istilah Persia seperti aspanah atau asfinaj.

Catatan sejarah juga menunjukkan pengaruh Persia dalam penyebaran tanaman hias. Dalam buku L'Iran Antique, Clement Hurat dan Louis Delaporte menjelaskan kata "mawar" dalam berbagai bahasa Indo-Eropa, Aram, dan Arab memiliki akar kata yang merujuk pada istilah Persia vard.

Dari kawasan Fars di Iran selatan, produksi minyak mawar bahkan pernah menjadi komoditas penting yang diperdagangkan hingga wilayah Timur Tengah dan Eropa.

Jejak budaya tersebut tercermin dalam peninggalan arsitektur kuno. Relief di kompleks Persepolis ibu kota Kekaisaran Achaemenid yang berusia sekitar 2.500 tahun menampilkan motif bunga dan pohon cemara.

Tradisi menanam pohon juga tetap hidup dalam budaya Iran hingga sekarang melalui peringatan hari penanaman pohon atau Derakht Kari.

Rangkaian bukti arkeologi, botani, dan linguistik tersebut menunjukkan bahwa kawasan Persia memainkan peran awal dalam perkembangan pertanian global. Inovasi dalam budidaya tanaman, domestikasi hewan, serta penyebaran berbagai komoditas tanaman memberi pengaruh pada pola pertanian di Asia hingga Eropa.

CNBC Indonesia Research

(emb/emb)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |