Harga Tiket Pesawat Melonjak Tajam Imbas Perang Iran vs AS-Israel

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga rata-rata tiket penerbangan dilaporkan mengalami peningkatan sejak perang antara Amerika Serikat dan Iran. Kejutan harga yang dialami beberapa penumpang sangat terasa terutama untuk rute trans-Atlantik dan Karibia, serta beberapa penerbangan last-minute.

Dikutip dari The Wall Street Journal, Minggu (15/3/2026), para eksekutif industri mengatakan bahwa orang-orang yang memesan perjalanan di sekitar AS merasakan dampak perang terhadap harga bahan bakar jet. Di antara sembilan maskapai penerbangan AS, Spirit Airlines mengalami peningkatan tarif mingguan paling tajam untuk penerbangan domestik yang dipesan 21 hari sebelumnya.

Harga terendah yang tercantum untuk penerbangan satu arah meningkat lebih dari dua kali lipat di minggu sebelumnya menjadi US$193 berdasarkan data pemesanan sejak 6 Maret. Untuk maskapai penerbangan besar lainnya, termasuk United Airlines dan Delta Air Lines, harga tiket penerbangan domestik yang dipesan jauh-jauh hari meningkat antara 15% dan 57%.

Melambungnya harga minyak menjadi faktor yang berkontribusi pada kenaikan harga tiket penerbangan.

"Ketika harga naik secepat ini, harga tiket pesawat juga naik. Namun, harga tiket juga turun ketika harga bahan bakar kembali turun. Itulah yang selalu terjadi," ungkap CEO United Airlines, Scott Kirby, dikutip Minggu (15/3/2026).

Harga tiket pesawat biasanya dipengaruhi oleh lebih dari sekadar pergerakan harga minyak mentah. Termasuk faktor-faktor seperti permintaan untuk rute tertentu dan kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Adapun lonjakan harga bahan bakar tidak akan memukul atau merugikan semua maskapai penerbangan secara merata. Pendiri Atmosphere Research Group Henry Harteveldt mengungkapkan maskapai yang memiliki pesawat hemat bahan bakar, termasuk United dan Delta, mungkin mendapatkan sedikit perlindungan.

"Maskapai yang bergantung pada pesawat yang lebih tua, atau kurang efisien, mungkin akan terkena dampak yang lebih besar dari kenaikan harga bahan bakar jet," kata dia.

Analis di TD Cowen menurunkan target pendapatan mereka untuk beberapa maskapai penerbangan besar. Maskapai tersebut juga dinilai akan merevisi panduan mereka pada minggu depan.

"Maskapai penerbangan tahu bahwa jika mereka menaikkan harga tiket terlalu tinggi, mereka akan kehilangan lebih banyak penjualan daripada yang mereka peroleh," kata Harteveldt.

Harteveldt menambahkan sebagian pelancong akan menunda liburan internasional atau memilih penerbangan domestik, sementara sebagian pelancong lainnya akan tetap melanjutkan rencana perjalanan mereka yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Sam Alexander, seorang investor modal ventura dan pelancong yang sering bepergian, mengatakan bahwa baru-baru ini ia memesan tiket pesawat untuk semua rencana perjalanannya tahun ini. Ia khawatir kenaikan harga minyak turut menaikkan harga tiket pesawat.

"Saya bersyukur bisa mendapatkan tiket dengan harga bagus beberapa hari setelah perang dimulai," kata Alexander.

Dua hari setelah ia berhasil mendapatkan tiket pesawat ke Hawaii pada April, harga tiket itu naik sebesar US$400.

Di sisi lain, Spirit Airlines masih melihat permintaan dan pemesanan tinggi untuk periode liburan musim semi. Perusahaan memperkirakan para pelancong akan mengisi sebagian besar kursi pada penerbangan di akhir Maret dan awal April.

CEO United Airlines, Scott Kirby, mengungkapkan United Airlines juga mencatatkan jumlah pemesanan terbesar sepanjang sejarah berdasarkan pendapatan pada hari Selasa.

"Di masa lalu, peristiwa seperti di Iran akan berdampak pada permintaan. Dunia telah berubah. Orang-orang tidak bereaksi sebanyak dulu," jelas dia.

(fsd/fsd)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |