Gudang Raksasa Ritel Rusia Dibombardir, Rp89 Triliun Lenyap

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa ritel daring Rusia, Wildberries, menghadapi krisis besar setelah gudang-gudangnya menjadi sasaran serangkaian serangan drone Ukraina. Serangan tersebut diperkirakan telah menghancurkan atau mengganggu inventaris senilai hingga US$5 miliar atau sekitar Rp89 triliun (kurs Rp17.800/US$).

Serangan terbaru pada Jumat (7/8/2026) waktu setempat memicu kebakaran di salah satu gudang Wildberries di Yekaterinburg. Kampanye serangan Ukraina disebut telah menghantam hampir dua lusin gudang perusahaan, bahkan menjangkau wilayah Ural Rusia yang berjarak lebih dari 1.600 kilometer dari garis depan perang.

Kyiv menyatakan penjualan perlengkapan militer melalui platform Wildberries menjadi salah satu alasan perusahaan tersebut dijadikan target. Serangan terhadap fasilitas logistik itu sekaligus memperlihatkan bagaimana perang Rusia-Ukraina kini memberikan tekanan langsung terhadap jaringan perdagangan dan distribusi di dalam Rusia.

Sergei Semko, analis perusahaan riset ritel daring Data Insight, mengatakan serangan tersebut telah berdampak pada area gudang Wildberries seluas lebih dari 1 juta meter persegi.

"Jika penjualan anjlok total, hal itu tentu akan berdampak buruk bagi semua pihak," ujarnya, seperti dikutip Wall Street Journal (WSJ), Minggu (9/8/2026). Ia menilai kerusakan gudang yang terjadi berturut-turut menunjukkan strategi tersebut merupakan langkah yang keliru.

Kerugian yang muncul tidak hanya mengancam Wildberries, tetapi juga ribuan pedagang yang mengandalkan platform tersebut. Data Insight memperkirakan inventaris senilai hingga US$5 miliar atau sekitar Rp89 triliun telah hilang sejak serangan dimulai.

Di saat yang sama, posisi keuangan Wildberries membuat situasi semakin genting. Perusahaan disebut memiliki utang lebih dari US$10 miliar atau sekitar Rp178 triliun kepada bank-bank Rusia, sehingga kerusakan fasilitas dan hilangnya barang berpotensi memberikan tekanan lebih luas terhadap sektor perbankan.

Kremlin pun mulai membahas kemungkinan penyelamatan perusahaan. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pemerintah Rusia tengah melakukan pembicaraan dengan Wildberries terkait dukungan negara pasca serangan, meski hingga kini belum ada keputusan yang diambil.

Sejumlah bank besar Rusia seperti Sberbank dan VTB, yang memiliki eksposur besar terhadap Wildberries, disebut berpotensi memberikan keringanan atau dukungan pembiayaan. Langkah tersebut menjadi penting karena Wildberries bukan hanya perusahaan ritel, melainkan juga menjadi wadah perdagangan bagi banyak usaha kecil dan menengah di Rusia.

Bagi Kremlin, posisi strategis Wildberries bukan hal baru. Perusahaan yang didirikan Tatyana Kim pada 2004 itu berkembang dari bisnis keluarga menjadi peritel daring terbesar Rusia dan kemudian mendapat dukungan politik setelah rencana merger dengan perusahaan periklanan yang didukung oligarki Suleyman Kerimov memperoleh restu Presiden Vladimir Putin.

Kini, serangan drone Ukraina membuat ambisi besar tersebut menghadapi ujian berat. "Wildberries adalah aset strategis karena merupakan bisnis besar yang menguntungkan," kata Konstantin Sonin, profesor di Harris School of Public Policy, University of Chicago

Sementara bagi para pedagang, kerugian sudah terasa nyata; pengusaha Vladimir Zakurdaev mengaku kehilangan sekitar US$20.000 atau Rp356 juta akibat hancurnya stok di sejumlah gudang Wildberries.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |