Jakarta, CNBC Indonesia - Memelihara kucing ternyata bukan hanya soal memiliki hewan peliharaan yang lucu di rumah. Sejumlah penelitian menunjukkan interaksi dengan kucing berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental manusia.
Berbagai aktivitas sederhana, seperti membelai, bermain, hingga merawat kucing, dikaitkan dengan perubahan positif pada kondisi tubuh dan psikologis. Bahkan, manfaat tersebut juga dapat dirasakan anak-anak yang tumbuh bersama hewan peliharaan.
Salah satu penelitian di Australia yang melibatkan 5.741 orang menemukan pemilik hewan peliharaan cenderung memiliki tekanan darah lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan, dengan karakteristik sosial ekonomi dan indeks massa tubuh yang sama.
Berikut manfaat memelihara kucing:
1. Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Interaksi dengan kucing dapat menjadi aktivitas yang menenangkan. Kebiasaan membelai atau bermain dengan kucing juga dapat membantu seseorang lebih rileks, yang pada akhirnya berpotensi mendukung pengelolaan tekanan darah.
2. Membantu Meredakan Stres
Membelai atau memeluk kucing dapat memberikan efek menenangkan dan dikaitkan dengan pelepasan endorfin, hormon yang berperan dalam mengurangi rasa sakit sekaligus meningkatkan suasana hati. Aktivitas bermain dan merawat kucing juga membuat pemiliknya tetap aktif.
Penelitian Allen et al. (2020) menemukan bahwa bermain dengan kucing dalam sesi terapi dapat menurunkan kadar kortisol, salah satu hormon yang berkaitan dengan respons stres. Partisipan yang berinteraksi dengan kucing juga dilaporkan mengalami penurunan kecemasan dan merasa lebih rileks.
3. Berpotensi Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Kepemilikan kucing juga pernah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah. Penelitian Pusat Penelitian Universitas Minnesota di Amerika Serikat yang mengamati 4.435 orang selama sekitar satu dekade menemukan adanya perbedaan risiko kematian akibat penyakit jantung antara pemilik dan bukan pemilik kucing.
Studi tersebut melaporkan orang yang tidak memelihara kucing memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung sekitar 30%-40% lebih tinggi dibandingkan pemilik kucing. Namun, temuan semacam ini menunjukkan kaitan, bukan bukti bahwa memelihara kucing secara langsung mencegah penyakit jantung.
4. Membantu Interaksi Sosial Anak dengan Autisme
Kucing juga dapat memberikan manfaat bagi anak dengan autisme. Penelitian dari University of Missouri, Amerika Serikat, menunjukkan interaksi sosial anak dengan autisme meningkat ketika mereka berada di sekitar hewan peliharaan.
Hampir separuh keluarga dalam penelitian tersebut memiliki kucing. Para orang tua juga melaporkan adanya ikatan emosional yang kuat antara anak dan hewan peliharaan mereka.
5. Membantu Relaksasi Otot dan Mengurangi Nyeri
Kucing memiliki suara dengkuran atau purring yang umumnya berada pada frekuensi sekitar 20-140 Hz. Frekuensi tersebut kerap dikaitkan dengan potensi efek menenangkan dan relaksasi.
Meski demikian, klaim bahwa dengkuran kucing dapat "menyembuhkan" nyeri tulang, sendi, atau otot masih membutuhkan bukti klinis yang lebih kuat. Jadi, kucing sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti pengobatan medis.
6. Mendukung Kesehatan Mental
Berinteraksi dengan kucing dapat memicu respons hormonal yang berkaitan dengan rasa nyaman dan koneksi sosial, termasuk oksitosin. Kondisi ini berpotensi membantu seseorang merasa lebih tenang dan bahagia.
Dalam penelitian Allen et al. (2020), interaksi dengan kucing juga dikaitkan dengan penurunan kadar kortisol dan kecemasan. Aktivitas sederhana seperti bermain atau membelai kucing karena itu dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengelola tekanan psikologis sehari-hari.
7. Membantu Perkembangan Sistem Kekebalan Anak
Kehadiran hewan peliharaan sejak usia dini juga dikaitkan dengan perkembangan sistem kekebalan tubuh anak. Sejumlah penelitian terhadap anak yang tumbuh bersama anjing maupun kucing menemukan adanya hubungan dengan risiko lebih rendah terhadap beberapa alergi dan gangguan pernapasan.
Paparan terhadap hewan peliharaan sejak dini diduga dapat membantu sistem imun mengenali berbagai mikroorganisme. Meski begitu, manfaat tersebut dapat berbeda pada setiap anak dan perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan serta alergi masing-masing.
Catatan: Sebagian manfaat di atas berasal dari studi observasional atau penelitian dengan sampel tertentu, sehingga tidak semuanya membuktikan hubungan sebab-akibat. Memelihara kucing tetap membutuhkan tanggung jawab, termasuk menjaga kebersihan, kesehatan hewan, vaksinasi, dan pemeriksaan dokter hewan secara berkala.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
5

















































