Demi Bertahan Hidup, Begini Jurus Pedagang Tanah Abang Ikut Zaman

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan pola belanja masyarakat dalam beberapa tahun terakhir mulai terasa langsung di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sejumlah pedagang mengaku jumlah pembeli yang datang ke pasar terus menurun karena banyak beralih ke belanja online.

Verni, pedagang pakaian di Tanah Abang, mengatakan kondisi tersebut memaksanya ikut berjualan secara online agar tetap bisa bertahan.

"(Saya juga) jualan (secara online), tapi di Shopee. Kalau nggak, duh nggak bakal untung ngandelin yang di sini. Cuma alhamdulillah ya mau Lebaran, ramai, tapi ramainya beda jauh kayak yang dulu-dulu," kata Verni saat ditemui di lokasi, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, dulu orang datang langsung ke Tanah Abang karena pilihan pakaian yang sangat banyak. Namun kini sebagian besar produk bisa dicari melalui ponsel.

"Mungkin kalau dulu orang nyari baju benar-benar harus ke Tanah Abang gitu ya yang banyak pilihan. Tapi sekarang sudah semakin modern, semua ada di gadget, jadi orang-orang bisa belanja lewat handphone," ujarnya.

Meski begitu, ia mengaku tidak terlalu mempermasalahkan perkembangan belanja online karena pedagang juga harus terus beradaptasi.

"Kalau boleh jujur, sebenarnya saya nggak permasalahin belanja online-online gitu. Karena saya punya prinsip, rejeki sudah ada yang ngatur. Kita sebagai manusia kan ikhtiar ya, saya buka di toko online juga. Tapi ya gitu, semakin berkembang zaman, akan ada aja yang mengalahkan," ucap dia.

Verni juga menyoroti perubahan platform penjualan yang terus bergeser, dari pasar fisik ke marketplace, hingga kini ke live shopping, seperti halnya di TikTok Shop.

"Dulu di sini jaya, terus pindah ke Shopee, ikut saya pindah, eh sekarang banyak jualan di TikTok pakai live gitu. Orang-orang pindah ke situ. Apalagi sekarang ya, yang mematikan itu, mereka yang punya brand langsung masarin langsung sendiri, kalau kayak saya gini kan distributor, masarin ulang gitu," ujarnya.

Pedagang lain, Oong, menilai kehadiran live shopping membuat konsumen semakin nyaman berbelanja tanpa harus datang langsung ke pasar.

"Nah itu dia, lumayan berdampak ya karena itu. Orang sekarang sambil rebahan sudah bisa beli baju. Mereka jualannya bagus, ngejelasin detail bahan, model sampai ukuran," kata Oong.

Menurutnya, pengalaman menyentuh langsung bahan pakaian kini menjadi satu-satunya keunggulan yang masih dimiliki pasar tradisional.

"Kelebihan beli di kita sekarang berarti kan cuma bisa pegang saja bahannya gimana. Kalau model dan ukuran gitu, beli di yang live-live itu sudah jelas," ujarnya.

Adapun proses belanja melalui fitur live shopping memang menawarkan kemudahan bagi pengguna. Saat sedang menggulir atau scroll TikTok, pengguna bisa langsung menemukan siaran langsung yang menampilkan produk yang sedang dijual.

Pengguna cukup menonton siaran tersebut, lalu bisa bertanya dan berinteraksi langsung dengan penjual mengenai detail produk, mulai dari bahan, model, hingga ukuran. Jika sudah merasa cocok, pembeli dapat langsung melanjutkan ke proses pembayaran tanpa harus keluar dari aplikasi.

Namun jika produk atau harga yang ditawarkan belum sesuai, pengguna hanya perlu kembali menggulir layar untuk menemukan siaran live shopping lainnya. Dengan cara ini, pembeli tidak perlu lagi berjalan jauh berkeliling pusat perbelanjaan untuk mencari barang yang diinginkan.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |