Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi lapisan es yang membeku di wilayah timur laut Jerman pada hari Kamis memaksa otoritas Bandara Berlin untuk membatalkan seluruh jadwal penerbangan malam, baik keberangkatan maupun kedatangan.
Pihak otoritas bandara menyatakan bahwa operasional terpaksa dihentikan total demi keselamatan karena kondisi landasan pacu yang sudah tidak memungkinkan untuk digunakan.
"Dalam prinsipnya, bandara telah menghentikan operasional sejak pukul 19.30 karena ini benar-benar sudah menjadi arena seluncur es," ujar seorang juru bicara bandara kepada AFP, dikutip Jumat (6/2/2026).
Sekitar 30 penerbangan dijadwalkan berangkat dari waktu tersebut, sementara sekitar 70 penerbangan lainnya dijadwalkan untuk mendarat di ibu kota Jerman tersebut.
Kondisi sulit ini sebenarnya sudah terjadi sejak pagi hari, di mana tidak ada keberangkatan yang diizinkan dan beberapa pendaratan mulai dibatalkan secara bertahap.
"Beberapa lusin penerbangan telah dibatalkan hingga sore hari," kata juru bicara lainnya seraya menambahkan bahwa ia belum bisa memberikan angka pasti karena situasi yang berkembang sangat cepat.
Layanan Cuaca Jerman (DWD) sendiri telah mengeluarkan peringatan merah terkait bahaya es pada awal malam yang berlaku untuk sebagian besar wilayah Jerman timur, mulai dari barat daya Berlin hingga ke Laut Baltik.
Gelombang dingin regional ini telah menyebabkan beberapa kecelakaan dan gangguan, termasuk serangkaian tabrakan di jalan raya Potsdam yang melukai sekitar 20 orang pada sore hari.
Di Berlin, lapisan es yang menutupi ibu kota juga memicu perdebatan mengenai perlunya penggunaan garam di jalan raya, zat yang dianggap berbahaya bagi lingkungan, untuk mencegah kecelakaan lebih lanjut.
Menurut data DWD, suhu Januari di Jerman tahun ini tercatat jauh lebih dingin dibandingkan rata-rata nasional selama tiga dekade terakhir.
(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
7

















































