IHSG Ambruk Lagi, Sektor Mana Paling Tertekan Hebat?

2 hours ago 2

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

06 February 2026 13:17

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Tanah Air mengalami guncangan hebat pada perdagangan hari ini, Jumat (6/2/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk 2,83% hingga terlempar ke level 7.874,42. Aksi jual masif (panic selling) melanda seluruh lini bisnis, disinyalir sebagai respons reaktif pasar terhadap kabar kurang sedap dari lembaga pemeringkat internasional, Moody's.

Lantai bursa membara tanpa satu pun sektor yang selamat di zona hijau. Sektor Cyclical menjadi pemberat utama dengan kejatuhan 5,43%, disusul Industrial dan Basic Industry. Berikut rincian kinerja sektoral hari ini:

Sentimen utama yang memengaruhi psikologis pasar hari ini bersumber dari laporan terbaru lembaga pemeringkat kredit internasional, Moody's. Dalam rilis terbarunya, Moody's merevisi outlook rating Indonesia dari stable (stabil) menjadi negatif, meskipun peringkat utang Indonesia tetap dipertahankan pada level Baa2.

Moody's menyoroti adanya penurunan prediktabilitas kebijakan yang dinilai berpotensi melemahkan efektivitas kebijakan serta kualitas tata kelola pemerintahan. Hal ini memicu kekhawatiran jangka pendek di kalangan pelaku pasar modal.

Merespons laporan tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) segera memberikan klarifikasi untuk menenangkan pasar.

Kementerian Keuangan menyatakan bahwa Moody's telah melakukan diskusi intensif dengan berbagai otoritas, termasuk Kemenko Perekonomian, BI, OJK, dan Danantara pada akhir Januari 2026.

"Pemerintah mengapresiasi asesmen Moody's yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada posisi Baa2. Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dengan komitmen pengelolaan ekonomi yang makin terjaga," tulis pernyataan resmi Kementerian Keuangan. Pemerintah juga menyoroti realisasi pertumbuhan ekonomi Triwulan IV-2025 sebesar 5,39% yang melampaui ekspektasi sebagai bukti ketahanan ekonomi nasional.

Senada dengan pemerintah, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menekankan bahwa perubahan outlook ini tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi.

"Penyesuaian outlook diyakini tidak mencerminkan pelemahan fundamental perekonomian Indonesia. Stabilitas sistem keuangan tetap terjaga baik, ditopang likuiditas yang memadai dan risiko kredit yang rendah," tegas Perry.

Bank Indonesia memastikan akan terus memperkuat bauran kebijakan serta bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan nilai tukar di tengah ketidakpastian global. Meski demikian, investor tampaknya masih mengambil posisi wait and see, yang tercermin dari arus keluar dana asing dan penurunan harga saham berkapitalisasi besar hari ini.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |