Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu panic buying atas produk energi seperti bahan bakar minyak (BBM) hingga liquefied petroleum gas (LPG). Hal itu lantaran pemerintah telah memastikan pasokannya aman.
Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM-LPG dalam negeri aman dan dalam tersedia. Sehingga, dia meminta masyarakat untuk tenang dan tidak panik melakukan pembelian BBM-LPG berlebihan (panic buying).
"Saya mohon kepada saudara-saudara saya tidak usah panic buying. Insya Allah BBM kita, LPG kita, negara akan hadir," ujarnya dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, dikutip Kamis (12/3/2026).
Bahlil mengatakan porsi impor LPG untuk RI yang mayoritas berasal dari kawasan Timur Tengah sudah dialihkan menjadi 70% dari Amerika Serikat (AS). Begitu pula dengan minyak mentah dari Timur Tengah juga sudah dialihkan hingga 25% ke negara lain.
"Pemerintah itu, mohon maaf atas perintah Bapak Presiden Prabowo, kami itu nggak tidur. Mencari akses terus, mencari jalan terus," jelasnya.
Belum lagi soal harga, Bahlil juga menjamin harga BBM dan LPG bersubsidi tidak akan naik hingga momen lebaran Idulfitri mendatang. Dia memastikan, meski harga komoditas energi dunia naik, namun pemerintah bisa memastikan harga jualnya ke masyarakat tidak akan naik.
Bahlil menegaskan, negara akan menambah jumlah subsidi dari APBN untuk menutupi selisih harga kenaikan yang melebihi asumsi tahun ini.
"Negara akan hadir dengan cara menambah anggaran subsidi. Jadi kenaikan harga sekarang kan di APBN kita ICP harga minyak dunia US$ 70, sekarang sudah tembus US$ 100. Selisih kenaikan itu tetap akan masih APBN kita masih mampu untuk membiayai. Masih ditanggung oleh negara," tutupnya.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

7 hours ago
6

















































