Warga RI Tergila-gila Sama Minyakita, Mendag Bongkar Alasannya

2 hours ago 2

Bekasi, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan masyarakat terutama menengah ke bawah sudah sangat bergantung dengan minyak goreng jenis Minyakita, karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga minyak goreng biasanya. Sayangnya, ketergantungan tersebut membuat masyarakat hanya mengetahui merek minyak goreng murah yakni Minyakita.

Padahal, masih banyak merek minyak goreng serupa yang harganya juga terjangkau, tak jauh dari harga Minyakita.

"Sekarang kan kebanyakan pilihan masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah, pilihnya Minyakita, karena harga terjangkau. Tapi kan Minyakita jumlahnya terbatas," kata Budi saat ditemui wartawan di pabrik pengolahan minyak goreng di Bekasi Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).

Budi menambahkan, Minyakita pada awalnya hadir sebagai bentuk intervensi pasar yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengendalikan harga minyak goreng melalui skema Domestic Market Obligation (DMO), sehingga jumlah atau pasokannya sangat bergantung terhadap ekspor pengusaha kelapa sawit.

Jika ekspor turun, maka pasokan Minyakita pun ikut menipis. Kondisi inilah yang seringkali membuat kesan minyak goreng langka di pasar, padahal stok minyak merek lain melimpah.

Penjualan minyak goreng minyakita kemasan satu liter di Kawasan Pasar Tebet, Jakarta, Selasa, (11/2/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Penjualan minyak goreng minyakita kemasan satu liter di Kawasan Pasar Tebet, Jakarta, Selasa, (11/2/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Penjualan minyak goreng minyakita kemasan satu liter di Kawasan Pasar Tebet, Jakarta, Selasa, (11/2/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

"Minyakita awalnya hadir sebagai intervensi, namun tidak sengaja sekarang MinyaKita itu menjadi indikator utama terhadap ketersediaan minyak goreng dan stabilisasi harga. Padahal jumlah Minyakita terbatas, tergantung dari ekspor kalau ekspor turun ya otomatis jumlah MinyaKita juga tidak banyak," jelas Budi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan mengakui masyarakat lebih memilih Minyakita karena harganya lebih terjangkau.

"Konsumen tentu akan mencari barang yang lebih murah harganya, jadi MinyaKita banyak dicari ya karena harganya lebih murah," kata Iqbal.

Oleh karena itu, Kemendag pun meminta kepada produsen minyak goreng untuk kembali meningkatkan produksi minyak goreng murah.

"Makanya kita ingin mengembalikan lagi, untuk menyerukan kepada para produsen minyak goreng untuk kembali menggalakkan second brand-nya," ujar Iqbal.

Kembali ke Mendag Budi, dia pun berharap dengan adanya kembali produksi minyak goreng murah berbagai merek agar masyarakat memiliki banyak pilihan dalam membeli minyak goreng murah.

"Sekarang kan kebanyakan masyarakat kita tahunya MinyaKita ya, padahal minyak goreng itu jenisnya banyak, mereknya juga banyak selain MinyaKita, yang sejenis ya. Jadi sebenarnya itu tujuan utama kami, juga ingin mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa jenis minyak goreng itu banyak, agar tidak terpaku pada MinyaKita saja," terangnya.

(chd/wur)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |