Amalia Zahira, CNBC Indonesia
30 April 2026 19:30
Jakarta, CNBC Indonesia - Event internasional menjadi magnet wisatawan domestik di Indonesia. Perputaran ekonomi kota dan daerah didukung signifikan oleh adanya event internasional.
Dua contoh paling mencolok datang dari konser Blackpink lewat tur dunia Deadline World Tour 2025 dan ajang balap MotoGP Mandalika 2025.
Meski sama-sama berskala global, pola pergerakan pengunjung keduanya ternyata sangat berbeda. Dari yang sangat terpusat di kota besar, hingga yang menyebar lintas wilayah.
Konser K-Pop: Magnet Kuat di Jantung Perkotaan
Konser Blackpink November lalu yang diselenggarakan selama dua malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno dipadati ribuan BLINK Indonesia. Para fans berdatangan dari berbagai provinsi, dari DKI Jakarta hingga Bali.
Dalam konteks ini, konser internasional cenderung mendorong mobilitas jarak dekat. Faktor seperti kemudahan akses transportasi, daya beli, dan kepadatan populasi menjadi penentu utama. Meski demikian, variabel lain seperti tingkat fanatisme penggemar juga berpotensi memengaruhi keputusan untuk hadir.
Contohnya saja para BLINK dari Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan Bali. Mereka rela menempuh jarak tempuh lebih jauh dan mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk bisa ikut menikmati konser tersebut.
Namun, dengan kesenjangan jumlah pengunjung yang cukup signifikan antarwilayah, dapat disimpulkan bahwa konser K-Pop cenderung bersifat urban-centric, dengan dampak ekonomi yang terpusat di kota besar dan kawasan sekitarnya.
MotoGP Mandalika: Daya Tarik Lintas Wilayah
Dibandingkan dengan konser, MotoGP Mandalika 2025 menunjukkan pola yang berbeda.
Jika konser BLACKPINK memutar ekonomi kota besar, MotoGP Mandalika justru memutar ekonomi daerah. Balapan yang dihadiri 140,324 penoton selama tiga hari ini menyumbang perputaran ekonomi hingga lebih dari Rp4,5 triliun.
Dari sisi pengunjung domestik, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendominasi, mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat lokal. Sama seperti konser, event ini turut menarik wisatawan dari luar daerah dengan berbagai komposisi.
Pola ini menunjukkan bahwa event olahraga seperti MotoGP memiliki daya jangkau nasional yang lebih mampu menarik wisatawan domestik di luar pulau.
Selain itu, event ini juga memperkuat posisi NTB sebagai destinasi sport tourism, bukan sekadar lokasi event satu kali.
(mae/mae)
Addsource on Google

3 hours ago
3

















































