Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina (Persero) resmi menutup masa Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Satgas Nataru) dengan sukses, lancar dan terkendali. Keberhasilan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 akan menjadi barometer Pertamina dalam mempersiapkan Satgas Ramadan Idulfitri 1447 Hijriah. Pertamina akan memperkuat layanan, keandalan sarana dan fasilitas, serta perencanaan yang matang.
"Melayani sepenuh hati menggambarkan perjalanan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 bagi Pertamina. Di saat sebagian besar masyarakat Indonesia menikmati liburan, Perwira Pertamina tetap siaga untuk mengamankan energi untuk Indonesia," jelas Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius, dalam keterangan resmi, Jumat (16/1/2026). Simon menjelaskan, terdapat tiga faktor kunci yang mendukung kesuksesan pelaksanaan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pertama, kesiapan infrastruktur dan logistik energi yang terbukti mampu mengantisipasi lonjakan permintaan energi. Kedua, pemantauan atau monitoring harian, sebagai acuan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Serta, ketiga, koordinasi lintas fungsi dan lintas subholding untuk mencapai kelancaran Satgas. Selama periode Satgas Natal dan Tahun Baru 13 November 2025 - 11 Januari 2026, permintaan BBM, LPG dan Avtur mengalami kenaikan. Pada sektor Gasoline (BBM jenis Pertamax Series), konsumsi meningkat 1% apabila dibandingkan dengan konsumsi rerata September-Oktober 2025. Gasoil (BBM Jenis Solar dan Dex Series) relatif stabil. Sementara, Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang, naik 4%, yang salah satunya dipicu pemberlakuan diskon Avtur Pertamina di 37 bandara, sebagai dukungan Pertamina atas kebijakan Pemerintah dalam menjaga stabilitas tiket pesawat. LPG juga mengalami kenaikan 4%, seiring kegiatan rumah tangga dan Horeka (Hotel, Restoran dan Kafe) yang meningkat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Selain itu, pertumbuhan juga terlihat pada bisnis energi lainnya, seperti penggunaan kapal distribusi di mana lebih banyak kapal yang beroperasi ketimbang periode sebelum masa Satgas Nataru. Distribusi gas untuk pelanggan kecil dan komersial industri melalui jaringan gas juga bertumbuh, bahkan hingga 14% jika dibandingkan dengan Satgas Natal dan Tahun Baru tahun sebelumnya. Simon menambahkan, Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi awal untuk menghadapi tantangan mempersiapkan Satgas Ramadan dan Idulfitri 1447 H yang akan segera berlangsung. Momen Ramadan dan Idulfitri diperkirakan lebih intens, di mana biasanya terjadi lonjakan kebutuhan energi, mobilitas masyarakat juga lebih masif, serta kompleksitas yang meningkat secara nasional. Untuk itu, dia mengungkapkan, Pertamina akan melakukan persiapan lebih dini untuk merencanakan Satgas Ramadan dan Idulfitri. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat layanan dan pasokan, memastikan keandalan sarana dan fasilitas, serta memastikan monitoring digital dan sistem analisa untuk pengelolaan data. "Pertamina akan terus hadir dalam memastikan energi tersedia, aman dan berkelanjutan, dengan satu komitmen yakni melayani dengan sepenuh hati," jelas Simon.

3 hours ago
2

















































