Jakarta, CNBC Indonesia- Nilai tukar Rupiah masih mengalami tekanan hingga sempat menyentuh level terendah dalam sejarah yakni di Rp 17.300 per Dolar AS di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global.
Economist CNBC Indonesia Research, Maesaroh mengungkapkan sejumlah sentimen yang menekan pergerkan Rupiah, mulai dari penguatan Indeks Dolar yang menjadi safe haven di tengah perang hingga meningkatnya kebutuhan Dolar AS di masa pembagian dividen korporasi dan pelaksanaan ibadah haji.
Seperti apa arah pergerakan nilai tukar Rupiah dan pasar modal RI? Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dengan Economist CNBC Indonesia Research, Maesaroh dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 27/04/2026)
Add
source on Google

2 hours ago
2

















































