Jakarta, CNBC Indonesia - Sejarah baru tercatat di Sektor Keuangan Indonesia. Friderica Widyasari Dewi atau yang akrab disapa Kiki menjadi perempuan pertama yang berada di pucuk pimpinan otoritas sektor keuangan di Indonesia.
Meski baru sebagai pejabat sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, namun penunjukan ini bukan semata soal simbol representasi gender. Lebih dari itu, Friderica hadir dengan rekam jejak panjang, pemahaman mendalam, dan pengalaman lintas peran di sektor jasa keuangan, khususnya pasar modal.
Bagi pelaku industri, regulator, hingga investor ritel, nama Friderica, bukanlah sosok baru. Selama lebih dari dua dekade, ia menapaki hampir seluruh mata rantai ekosistem pasar modal Indonesia: dari operator bursa, lembaga infrastruktur, pelaku industri, hingga regulator.
Karier Friderica sendiri dibangun secara bertahap dan konsisten. Ia mengawali kiprahnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan kemudian dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Direktur Pengembangan Pasar. Peran ini membuatnya bersentuhan langsung dengan isu pendalaman pasar, peningkatan jumlah investor, serta penguatan kualitas emiten.
Pengalaman tersebut berlanjut ketika Friderica memimpin PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Utama. Di bawah kepemimpinannya, KSEI mencatat berbagai lompatan penting, terutama dalam digitalisasi layanan dan peningkatan keamanan sistem penyimpanan efek, fondasi krusial bagi kepercayaan pasar.
Sebelum masuk ke OJK, Friderica juga sempat menjabat sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, memperkaya perspektifnya dari sisi pelaku industri dan interaksi langsung dengan dinamika investor.
Fondasi Akademik yang Relevan dengan Kebijakan
Yang membedakan Friderica dari banyak figur regulator lainnya adalah kuatnya landasan akademik yang selaras dengan praktik. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), melanjutkan MBA di California State University, Amerika Serikat, dan menuntaskan program doktoral di UGM.
Disertasi doktoralnya secara khusus mengkaji struktur kepemilikan, nilai perusahaan, dan risiko pada perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia. Topik ini dinilai sangat relevan dengan tantangan pengawasan modern, terutama dalam konteks perlindungan investor, tata kelola emiten, dan stabilitas pasar.
Penggerak Market Conduct dan Pelindungan Investor
Di OJK, Friderica dikenal sebagai salah satu motor penguatan pengawasan perilaku pasar (market conduct). Ia memandang integritas pasar tidak hanya ditentukan oleh kecukupan modal dan kepatuhan administratif, tetapi juga oleh perilaku pelaku usaha jasa keuangan terhadap konsumen dan investor.
Gagasannya tertuang dalam buku Pengawasan Market Conduct: A Game Changer, yang banyak dijadikan rujukan dalam diskursus perlindungan konsumen jasa keuangan. Ia juga aktif mendorong literasi keuangan melalui berbagai forum nasional dan internasional.
Komitmen ini mengantarkan Friderica dipercaya menjadi bagian dari OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) serta Governing Council FinCoNet, memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global terkait perlindungan konsumen keuangan.
Berbagai penghargaan nasional yang diterima Friderica dalam beberapa tahun terakhir menegaskan reputasinya sebagai pemimpin yang konsisten dan berpengaruh di sektor jasa keuangan. Namun, tantangan ke depan dinilai tidak ringan.
Berbagai pengamat menilai, kepemimpinan Friderica di OJK akan diuji oleh dinamika pasar modal yang semakin kompleks: volatilitas ekonomi global, digitalisasi dan inovasi produk keuangan, hingga meningkatnya partisipasi investor ritel dan kompleksnya upaya pelindungan konsumen.
Lebih dari Sekadar Sejarah
Penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai pimpinan OJK menandai babak baru dalam tata kelola sektor jasa keuangan Indonesia. Bukan hanya karena ia perempuan pertama di posisi tersebut, tetapi karena ia membawa kombinasi langka: pengalaman lapangan, ketajaman akademik, dan visi pengawasan yang adaptif.
Di tengah tuntutan pasar yang semakin cepat dan kompleks, Friderica hadir sebagai arsitek kebijakan yang memahami bahwa kepercayaan adalah mata uang utama sektor jasa keuangan. Dan sektor keuangan Indonesia kini menaruh harapan besar pada kepemimpinan yang lahir dari proses panjang, bukan sekadar momentum.
Berikut Profil Singkat Friderica Widyasari Dewi
Nama Lengkap:Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A.
Pendidikan:
- Doktor (S3) - Universitas Gadjah Mada, 2019
Lulus dengan predikat Cumlaude
- Master of Business Administration (MBA) - California State University of Fresno, Amerika Serikat, 2004
- Sarjana Ekonomi (S.E.) - Universitas Gadjah Mada, 2001
Jabatan dan Pengalaman Profesional:
- 2026 - sekarang
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK
- 2022 - 2026
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
- 2020 - 2022
Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas
- 2016 - 2019
Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
- 2015 - 2016
Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
- 2009 - 2015
Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI)
Penugasan dan Peran Strategis Nasional
- 2023 - sekarang
Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC)
- 2023 - sekarang
Anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)
Keterlibatan Internasional
- 2022 - sekarang
Advisory Board OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE)
- 2022 - sekarang
Governing Council International Financial Consumer Protection Organisation (FinCoNet)
Publikasi Buku
- Cara Bijak Mengelola Portofolio Investasi
- Pengawasan Market Conduct: A Game Changer
Penghargaan
- Indonesia Outstanding Women Leader in Financial Services 2025 - CNN Indonesia
- BIG 40 Awards 2025 kategori Consumer Protection Governance Strategist - Bisnis Indonesia
- The Most Outstanding Woman 2025 - Infobank
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2

















































