Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan melampaui target yang dipatok pemerintah di level 5,4%, meskipun realisasi pada 2025 meleset dari targetnya.
Sebagaimana diketahui, pada 2025 realisasi pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 5,11%, sedangkan target dalam APBN sebesar 5,2%. Adapun untuk kuartal IV-2025, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,39%, lebih rendah dari ramalan proyeksinya di level 5,45%.
Supaya ekonomi bisa mencapai target yang ia sudah garisnya, Purbaya mengatakan, akan memastikan belanja pemerintah lebih cepat terjadi pada awal tahun, ditambah dengan memastikan kucuran likuiditas perekonomian seperti penempatan dana Rp 200 triliun betul-betul diserap sistem keuangan.
"Kalau tahun ini saya pastikan stimulus seperti tahun lalu ada di sistem, harusnya ekonomi bisa tumbuh mendekati 6%, jadi anda enggak usah khawatir," kata Purbaya di Cikupa, Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).
Meski begitu, ia mengakui, untuk mengejar target pertumbuhan bisa mencapai 6% pada tahun ini, diperlukan kerja yang lebih keras lagi dengan memastikan seluruh motor pertumbuhan bergerak, mulai dari konsumsi masyarakat, investasi, hingga belanja pemerintah.
"Kalau target APBN kan cuma 5,4% pasti tercapai dan mungkin lebih saya ingin mendorong kalau bisa ke arah 6% dan itu butuh kerja lebih keras lagi, dan peluangnya masih terbuka, jadi anda enggak usah khawatir," tegas Purbaya.
Menurutnya, kinerja pertumbuhan pada periode terakhir tahun lalu tidak optimal karena injeksi likuiditas yang telah pemerintah lakukan, seperti penempatan dana menganggur pemerintah di Bank Indonesia yang senilai Rp 200 triliun ke bank BUMN, tidak dioptimalkan dengan baik.
"Kan pembalikan ekonomi kemarin itu di kuartal IV itu basically utama dipicu oleh injeksi uang ke sistem walaupun habis itu hilang. Tapi optimismenya masih ada di perekonomian sehingga ekonominya bisa tumbuh lebih cepat dari sebelumnya walau belum ke level yang saya inginkan," ucap Purbaya.
Oleh sebab itu, ia menekankan, untuk memastikan semua motor ekonomi bergerak pada tahun ini, dirinya akan langsung memantau secara langsung seluruh instrumen yang bisa ia gerakkan, seperti konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, dan investasi.
"Semua nanti, konsumsi akan terdorong, investasi kalau uang ada di sistem akan tumbuh, goverment spending, pemerintah akan belanjanya lebih, jadi kita pastikan swasta, private sector, pemerintah berjalan dengan baik," paparnya.
"Saya akan monitor dari bulan ke bulan, mesin pertumbuhan ekonomi kita seperti apa, jalan semua atau ada yang macet. Kalau ada yang macet saya akan laporkan ke presiden supaya bisa dijalankan kalau perlu," tegas Purbaya.
(arj/mij)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
3

















































