PLN Berkomitmen Sediakan Listrik Ramah Lingkungan

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) berkomitmen menyediakan sumber listrik ramah lingkungan terjangkau baik bagi pelanggan maupun sektor industri. Ketersediaan listrik ramah lingkungan ini dinilai memberikan efek berganda.

Vice President Pengendalian RUPTL PT PLN (Persero), Ricky Faizal tak memungkiri bahwa pengembangan infrastruktur kelistrikan memerlukan investasi yang besar. Terutama pengembangan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT).

"Di mana mayoritas pembangkit EBT tersebut akan berbeda dengan pembangkit lainnya, di mana sangat besar sekali biaya investasi yang akan dikeluarkan di awal," ungkap dia dalam CNBC Indonesia Energy Outlook 2026, Kamis (5/2/2026).

Namun, menurut dia, pihaknya akan melakukan berbagai upaya, seperti mengoptimalkan investasi infrastruktur tersebut demi memenuhi kebutuhan listrik sektor rumah tangga dan industri.

"Kita juga sudah memetakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi termasuk industri ke depannya di mana. Dari sisi tadi Net Zero, kita juga memetakan di setiap regional, di setiap pulau, potensi-potensi pembangkit yang ada utamanya adalah dari EBT," jelas dia.

Ricki mencontohkan wilayah Sumatra dan Kalimantan dengan potensi sumber energi panas bumi dan hidro. Kemudian adanya proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 17 gigawatt yang tersebar di Indonesia.

"Tentu ini juga untuk mendukung dari di satu sisi adalah bagaimana kita berupaya menyongsong Net Zero Emission, di sisi lain kita juga turut berkontribusi me-reduce emisi tadi ya. Kemudian juga tetap menyediakan energi listrik yang tetap secure sebagaimana amanah Presiden bagaimana menuju Swasembada Energi," jelas dia.

Sebagaimana diketahui, pemerintah bakal menggenjot pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 2034. Hal tersebut menyusul disahkannya Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) untuk periode 2025-2034.

Adapun dari seluruh jenis kapasitas pembangkit energi bersih yang akan dibangun di dalam RUPTL baru, sumber energi surya memiliki porsi yang cukup besar yakni 17,1 GW. Hal tersebut terjadi lantaran pembangkit listrik berbasis energi surya memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia karena intensitas panas matahari yang cukup tinggi.

Kemudian dari total rencana penambahan sebesar 69,5 gigawatt (GW), sekitar 42,6 GW akan berasal dari pembangkit EBT, 10,3 GW dari sistem penyimpanan energi (storage), sedangkan 16,6 GW dari pembangkit berbasis energi fosil.

Adapun rinciannya untuk kapasitas pembangkit EBT adalah sebagai berikut Surya: 17,1 GW, Air: 11,7 GW, Angin: 7,2 GW, Panas bumi: 5,2 GW, Bioenergi: 0,9 GW, Nuklir: 0,5 GW.

Sementara itu, untuk kapasitas sistem penyimpanan energi mencakup PLTA pumped storage sebesar 4,3 GW dan baterai 6,0 GW. Kemudian, untuk pembangkit fosil masih akan dibangun sebesar 16,6 GW, terdiri dari gas 10,3 GW dan batubara 6,3 GW. 

(bul/bul)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |