Makan Buah Tidak Dianjurkan di Jam-Jam Ini, Siapa Sangka No.4

4 hours ago 1
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Buah memang sehat, tetapi waktu mengonsumsinya turut menentukan manfaatnya. Konsumsi di waktu yang tidak tepat bisa membuat tubuh tidak nyaman, memicu gangguan pencernaan, bahkan menyebabkan gula darah naik turun. Oleh sebab itu, penting mengetahui kapan sebaiknya makan buah agar manfaatnya bisa maksimal bagi tubuh.

Melansir Food NDTV, berikut beberapa waktu yang tidak dianjurkan konsumsi buah.

1. Saat Perut Kosong

Banyak orang mengira makan buah di pagi hari saat perut kosong adalah pilihan sehat. Padahal, jika kamu memiliki masalah kestabilan gula darah, kebiasaan ini justru bisa berdampak sebaliknya. Kandungan gula alami dalam buah dapat cepat diserap tubuh, sehingga memicu lonjakan gula darah yang drastis.

Setelah lonjakan tersebut, biasanya terjadi penurunan gula darah yang membuat tubuh terasa lemas, cepat lapar, dan kurang bertenaga. Jika dilakukan terus-menerus, kondisi ini juga bisa mengganggu pola makan dan membuat kamu lebih mudah ngemil berlebihan sepanjang hari.

Makan buah saat perut kosong juga tidak disarankan untuk penderita maag. Ini terutama berlaku jika yang dikonsumsi termasuk buah asam, seperti jeruk atau nanas.

2. Setelah Makan Berat

Mengonsumsi buah setelah makan berat sering dianggap membantu pencernaan. Namun, faktanya buah memiliki waktu cerna yang lebih cepat dibandingkan protein dan lemak. Ketika buah masuk setelah makanan berat, proses pencernaannya bisa terhambat.

Akibatnya, buah dapat tertahan di dalam sistem pencernaan dan mengalami fermentasi. Hal ini dapat memicu rasa tidak nyaman seperti perut kembung, begah, hingga produksi gas berlebih. Untuk lebih amannya, kamu bisa konsumsi buah sebelum makan atau setidaknya 2 hingga 3 jam setelah makan berat.

3. Larut Malam

Mengonsumsi buah di malam hari, terutama menjelang tidur, sebaiknya dihindari. Kandungan gula dalam buah dapat meningkatkan energi secara tiba-tiba, sehingga tubuh menjadi lebih terjaga saat seharusnya beristirahat.

Selain itu, konsumsi buah di waktu ini juga dapat memengaruhi produksi melatonin, yaitu hormon yang mengatur siklus tidur. Alhasil, kualitas tidur bisa menurun dan berisiko menimbulkan rasa lelah atau mengantuk keesokan harinya.

4. Sebagai Hidangan Penutup

Menjadikan buah sebagai hidangan penutup memang terdengar sehat. Namun, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, buah dicerna lebih cepat dibandingkan makanan lain. Saat dikonsumsi bersamaan, proses pencernaan bisa menjadi lebih lambat.

Kondisi ini dapat menyebabkan perut terasa penuh, kembung, dan bahkan bergas. Selain itu, kombinasi ini juga bisa memicu fluktuasi gula darah, yang membuat tubuh kembali merasa lapar meski baru saja makan.

5. Bersamaan dengan Produk Susu

Mengonsumsi buah bersama produk susu, seperti dalam smoothie, sering dianggap praktis dan sehat. Akan tetapi, kombinasi ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Beberapa ahli menyebutkan bahwa perpaduan buah dan susu dapat mengganggu proses pencernaan.

Hal tersebut membuat kamu bisa mengalami kembung, rasa tidak nyaman di perut, hingga gangguan keseimbangan usus. Bahkan, dalam beberapa kasus, kombinasi ini juga dikaitkan dengan munculnya masalah kulit. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsinya.

Jadi, itulah beberapa waktu yang tidak dianjurkan konsumsi buah. Meski tidak selalu berlaku untuk semua orang, tetapi memahami pola tubuh dan waktu makan yang tepat bisa membantu kamu mendapatkan manfaat buah secara maksimal tanpa khawatir gangguan pencernaan.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |