IHSG Masih Tertekan, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Patut Dilirik

8 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (21/04), terkoreksi 0,46% ke level 7.559,38. 

Pelemahan indeks terjadi di tengah pergerakan beragam saham, di mana BRPT, EMAS, dan BMRI menjadi penopang utama kenaikan. Sebaliknya, tekanan terbesar datang dari DSSA, BBRI, dan BREN yang menjadi pemberat indeks.

Aksi investor asing masih mencatatkan pembelian bersih, dengan nilai net buy sebesar Rp243,21 miliar di pasar reguler dan Rp473,93 miliar di seluruh pasar. 

Secara sektoral, hanya dua dari sebelas sektor yang mengalami pelemahan, dengan sektor energi mencatat penurunan terdalam sebesar 1,02%. Sementara itu, sektor industri justru menjadi yang paling menguat dengan kenaikan 2,58%.

Dari sentimen global, bursa saham Amerika Serikat turut ditutup melemah. Indeks Dow Jones turun 0,59% ke level 49.149, diikuti S&P 500 yang terkoreksi 0,63% ke 7.064, serta Nasdaq yang melemah 0,59% ke posisi 24.259. 

Kekhawatiran pasar kembali meningkat seiring ketidakpastian tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran. Meski demikian, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata selama dua pekan. Di sisi lain, indikator pasar Indonesia di luar negeri juga menunjukkan pelemahan, tercermin dari ETF EIDO yang turun 1,23% dan MSCI Indonesia yang melemah 1,08%.

Dari sisi kinerja emiten, Sreeya Sewu Indonesia (SIPD) membukukan lonjakan laba signifikan sepanjang 2025. Laba bersih perseroan tercatat naik 781,98% menjadi Rp29,32 miliar, dibandingkan Rp3,32 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini terjadi seiring peningkatan pendapatan sebesar 1,50% menjadi Rp5,44 triliun, meskipun beban pokok penjualan juga meningkat 1,59% menjadi Rp4,94 triliun.

Ke depan, manajemen SIPD menargetkan pertumbuhan pendapatan di kisaran 10–15% pada 2026, dengan proyeksi kenaikan laba sebelum pajak sebesar 30–40%. Strategi pertumbuhan akan difokuskan pada inovasi produk, termasuk optimalisasi pabrik di Nganjuk yang saat ini beroperasi pada tingkat utilisasi 70%. Secara pergerakan saham, SIPD masih berada dalam fase konsolidasi di rentang Rp960 hingga Rp1.085.

Sementara itu, Mulia Boga Raya (KEJU) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp89,88 miliar atau Rp16 per saham untuk tahun buku 2025. Nilai tersebut setara dengan 50% dari laba bersih yang mencapai Rp179,44 miliar, tumbuh 22,17% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja positif KEJU juga tercermin dari penjualan yang meningkat 19,13% menjadi Rp1,50 triliun, didorong oleh penguatan permintaan serta peluang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain pembagian dividen, perseroan juga menetapkan cadangan wajib sebesar Rp200 juta dan cadangan umum Rp89,35 miliar. Adapun jadwal cum dividen ditetapkan pada 1 Mei, dengan pembayaran dividen dijadwalkan pada 13 Mei.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(ayh/ayh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |