Hidup Mewah di Jakarta, Sepasang Pasutri Ini Curi Uang Bank Rp87 M

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Satu abad lalu, pasangan suami istri asal Belanda dikenal tidak pernah hidup sulit saat tinggal di Batavia tahun 1910-an. Diketahui kemudian, sang suami A.M Sonneveld mencuri uang di bank senilai Rp 87 miliar.

Sonneveld merupakan mantan perwira KNIL atau Tentara Hindia Belanda saat tiba di Batavia. Saat pensiun, dia bekerja di sebuah bank bernama Nederlandsch Indie Escompto Maatschappi.

Di bank tersebut, dia menjadi kepala bagian yang mengurusi uang nasabah. Praktisnya, gaji yang diterimanya cukup besar.

Namun ternyata banyak orang yang terkejut saat mendengar nama A.M Sonneveld terlibat pelanggaran hukum. Pada September 1913, banyak koran di Hindia Belanda melaporkan tindakan melanggar hukum pegawai bank di Batavia, yang ternyata Sonneveld.

Salah satu berita dari harian Deli Courant (5 September 1913), dia disebutkan mencuri uang nasabah sebesar 122 ribu gulden.

Sebagai informasi, jumlah uang itu bisa membeli 73 kg gram, karena harganya 1,67 gulden gram. Artinya jika dikonversi harga emas sekitar 1,2 juta per gram beberapa waktu lalu, jumlahnya sama dengan Rp 87 miliar.

Pihak bank melakukan investigasi soal masalah tersebut. Kemudian diketahui Sonneveld melakukan permainan kotor.

Ternyata, Sonneveld mengetahui kejahatannya telah ketahuan pihak bank. Dia dan istri memilih kabur ke luar kota jauh sebelum ditetapkan sebagai tersangka, dan pihak kepolisian menetapkan keduanya sebagai buronan.

Deskripsi soal dia juga fisiknya diberitakan di banyak koran dan tempat. Hal ini membantu penemuan Sonneveld yang ternyata kabur ke Bandung menggunakan kereta api ddari Meester Cornelis atau kini bernama Jatinegara.

Dari sana, dia dan istri melanjutkan perjalanan ke Surabaya menggunakan kereta api. Bataviaasch Nieuswblad (7 September 2013) melaporkan Sonneveld sempat bertemu dengan temannya saat perjalanan tersebut.

Kepada temannya yang bertanya tujuan perjalanan, dia mengatakan akan pergi ke Hong Kong melalui Surabaya. Perjalanan itu dia sebut sebagai studi banding ke cabang Bank Escompto yang berada di Hong Kong.

Namun temannya tahu informasi itu hanya kebohongan sementara. Dia melaporkan cerita itu ke polisi, dan pihak kepolisian Hindia Belanda menghubungi polisi Hong Kong.

Hasilnya Sonneveld dan istrinya berhasil ditangkap saat menginjakkan kaki di Hong Kong. Mereka lalu diciduk polisi dan diekstradisi ke Hindia Belanda, tas yang dibawanya kemudian diketahui berisi sisa uang pencurian.

Di Indonesia, dia dibawa ke meja hijau. Sonneveld mengaku kejahatannya dengan alasan memenuhi keinginan hidup mewah, dan istrinya mengetahui tindakan suaminya serta berupaya menutupinya.

Sonneveld dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan istrinya selama tiga tahun.

Sanggahan: Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Lewat kisah seperti ini, CNBC Insight juga menghadirkan nilai-nilai kehidupan dari masa lampau yang masih bisa dijadikan pelajaran di hari ini.

(pgr/pgr)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |