Jakarta, CNBC Indonesia -Kementerian Transmigrasi menggandeng 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik dalam program Transmigrasi Patriot, untuk memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi melalui penciptaan sumber daya manusia (SDM) sangat unggul.
Dalam program ini, Kementerian Transmigrasi menyiapkan Beasiswa Transmigrasi Patriot bagi 1.000 sarjana terbaik dari berbagai disiplin ilmu, dan juga menurunkan kembali 1.000 akademisi sebagai Tim Ekspedisi Patriot ke 154 Kawasan Transmigrasi di seluruh Indonesia, melanjutkan program serupa pada tahun 2025, yang menghasilkan 400 temuan dan rekomendasi pengembangan potensi kawasan transmigrasi.
"Kami melakukan konsolidasi untuk mendiskusikan keberlanjutan program transmigrasi patriot yang insya Allah tahun ini akan dikembangkan dalam bentuk 2 program besar karena kita ingin betul-betul mencetak SDM yang sangat unggul. Bukan lagi SDM unggul, tetapi yang sangat unggul," kata Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dikutip Senin (19/1/2026).
Sepuluh kampus tersebut yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin.
Menteri Transmigrasi menjelaskan Program Transmigrasi Patriot tahun ini dikembangkan dalam dua program utama, yaitu Ekspedisi Patriot dan Beasiswa Patriot. Sebagai kelanjutan program tahun lalu, Ekspedisi Patriot 2026 difokuskan pada pengabdian masyarakat yang lebih konkret. "Misalkan ada infrastruktur dasar yang belum terpenuhi, maka nanti kita akan terjunkan para patriot dari kampus-kampus unggulan tadi untuk membantu masyarakat dalam bidang infrastruktur dasar. Kemudian dalam bidang misalkan yang lebih teknis, pembibitan, hama, terkait dengan pertanian, atau misalkan potensi pariwisata, atau juga misalkan pertambangan sesuai dengan potensi ekonomi masing-masing daerah di 154 kawasan transmigrasi," paparIftitah.
Selain pengabdian masyarakat, Ekspedisi Patriot juga diarahkan untuk mendorong investasi transmigrasi. Sejumlah kawasan dengan potensi besar akan dikembangkan dalam skala luas, seperti Rempang dan Galang di Batam untuk kawasan industri, perikanan, dan kelautan; Kaluku di Mamuju untuk pengembangan logam tanah jarang yang terintegrasi dengan pertanian; serta Salor di Merauke untuk pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Program kedua yakni Beasiswa Patriot yang akan melahirkan SDM sangat unggul melalui pendirian Kampus Patriot di tiga kawasan transmigrasi strategis yakni Barelang (Batam, Rempang dan Galang di Batam), Kaluku (Mamuju di Sulawesi Barat) dan Salor (Merauke di Papua Selatan). Program ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan masyarakat di lapangan dengan dunia pendidikan tinggi. "Kita ingin masyarakat lokal mendapatkan manfaat langsung dari pembangunan dan investasi, sehingga tidak terasing di negerinya sendiri," kata Iftitah.
Program Beasiswa Patriot akan diseleksi secara ketat, termasuk melalui tes pusat dan penilaian psikologis. Dalam program ini Kementerian Transmigrasi membuka ruang kolaborasi dengan kampus-kampus luar negeri. Sejumlah universitas luar negeri seperti Universitas Teknik München (Jerman), Universitas Nasional Tsing Hua(NTHU, Tiongkok), dan Universitas Stanford (California, AS) menyatakan ketertarikan untuk berkolaborasi, dengan pembahasan regulasi yang saat ini sedang dilakukan. "Jadi ke depan, pasti akan ada universitas (dari luar negeri) yang bergabung. Seperti apa bentuknya, ini nanti tergantung kecepatan kita menyesuaikan dengan masalah regulasi ini," pungkas Iftitah.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































