Ekonomi RI Tumbuh Kencang, Tapi Ada Kabar Buruk: IHSG dan Rupiah Aman?

3 hours ago 4
  • Pasar keuangan Indonesia ambruk, IHSG dan rupiah sama-sama melemah
  • Wall Street melemah karena kekhawatiran saham AI
  • Pertumbuhan ekonomi serta keputusan rating Moodys serta data ekonomi global akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan dalam negeri kompak ditutup melemah pada Kamis (5/2/2026). Bursa saham dan nilai tukar sama-sama melemah.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih tertekan pada hari ini. Selengkapnya mengenai proyeksi sentimen hari ini bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan Kamis (5/2/2026). Setelah berulang kali mencoba keluar dari zona merah, indeks ditutup turun 0,53% atau 42,84 poin.

Indeks bertengger di level 8.103,88 pada akhir perdagangan kemarin. Padahal pada awal perdagangan, IHSG sempat tampil meyakinkan dengan penguatan hingga 0,83%.

Sebanyak 299 saham menguat, 349 melemah dan 172 stagnan. Koreksi IHSG sejalan dengan aliran dana asing yang masih mengalir keluar. Asing mencatatkan net sell sebesar Rp 469,75 miliar pada perdagangan kemarin.

Beralih ke pasar valas, nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), meski data pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat solid.

Merujuk data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan Kamis (5/2/2026), di level Rp16.825/US$ atau terdepresiasi 0,36%. Pelemahan ini melanjutkan tekanan dari perdagangan sebelumnya, ketika rupiah melemah tipis 0,06% dan ditutup di posisi Rp16.765/US$.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah rilis data ekonomi terbaru. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal IV-2025 sebesar 5,39% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dari ekspektasi pasar.

Dengan capaian tersebut, ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat tumbuh 5,11% yoy. Secara kuartalan, ekonomi tumbuh 0,86% (quarter-on-quarter/qoq).

Namun, rupiah belum mampu memanfaatkan sentimen positif tersebut karena tekanan eksternal masih dominan, seiring penguatan dolar AS di pasar global. Indeks dolar bertahan di atas level 97,5 atau mendekati level tertingginya dalam dua pekan, di tengah penyesuaian ekspektasi pasar terhadap laju pemangkasan suku bunga The Fed yang dinilai bisa lebih lambat.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun naik ke 6,32% pada perdagangan kemarin, dari 6,2% pada hari sebelumnya. 

Imbal hasil yang menguat menandai harga SBN yang turun karena dijual investor.

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |