Jakarta, CNBC Indonesia - Aktor Korea Selatan Kim Seon-ho menjalani persiapan intens selama empat bulan untuk mendalami peran penerjemah multibahasa dalam serial romantis Netflix "Can This Love Be Translated?". Dalam serial ini, Seon-ho memerankan Ju Ho-jin, seorang penerjemah profesional yang justru kesulitan menerjemahkan perasaannya sendiri.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Seon-ho mengungkapkan, bahasa menjadi elemen krusial dalam membangun karakter Ju Ho-jin. Ia bahkan dibimbing oleh guru bahasa khusus untuk setiap bahasa yang digunakan dalam drama tersebut.
"Saya mempersiapkan peran ini selama empat bulan dan belajar dengan beberapa guru bahasa. Kalau tidak melakukan itu, mungkin saya sudah menyerah di beberapa adegan," ujar Seon-ho di Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Ia menyebut bahasa Jepang sebagai salah satu yang paling menantang karena porsinya cukup besar dan menuntut ketepatan detail, disusul bahasa Italia yang juga memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Menariknya, Seon-ho mengaku masih kerap melakukan kesalahan saat kembali menggunakan bahasa Korea setelah berpindah-pindah bahasa di lokasi syuting.
Di balik dialog multibahasa, Seon-ho menekankan inti perannya justru terletak pada ekspresi non-verbal. Ia berdiskusi intens dengan sutradara Yoo Young-eun untuk menyampaikan emosi Ju Ho-jin melalui tatapan, jeda bicara, hingga gestur tubuh.
"Saya berusaha menerjemahkan perasaan itu sedekat mungkin, tapi bagaimana penonton memaknainya saya serahkan sepenuhnya kepada mereka," katanya.
Aktris Goo Youn-jung juga menyoroti kompleksitas bahasa emosi dalam perannya sebagai Cha Moo-hee, seorang bintang global yang tampak ekspresif di permukaan, namun justru tertutup secara emosional. Menurut Youn-jung, karakter Moo-hee tidak pernah benar-benar mengungkapkan perasaannya secara langsung, tapi kerap menggunakan kalimat berputar dan bahasa yang ambigu sebagai mekanisme perlindungan diri.
"Dia banyak berbicara, tapi ketika menyangkut perasaan yang paling penting, justru tidak diucapkan secara langsung. Itu caranya melindungi diri agar tidak terluka," ujar Youn-jung.
Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam memerankan Cha Moo-hee bukan terletak pada dialog panjang, melainkan pada bagaimana menyampaikan emosi yang disembunyikan di balik kata-kata. Karena itu, ia lebih fokus pada ritme bicara, jeda, dan ekspresi halus dibandingkan dialog eksplisit.
Sementara itu, Sutradara Yoo Young-eun menjelaskan, "Can This Love Be Translated?" sejak awal dirancang sebagai kisah tentang kesalahpahaman emosional. Menurutnya, perbedaan bahasa seringkali memperbesar jarak antarmanusia, termasuk dalam hubungan cinta.
"Kita semua menggunakan bahasa yang berbeda. Kadang cinta itu ada, tapi karena bahasa dan cara menyampaikannya berbeda, justru muncul kekecewaan. Serial ini ingin menunjukkan bahwa saling memahami adalah kuncinya," ujar Yoo dalam konferensi pers yang sama.
Serial ini juga menonjolkan kekuatan visual dengan lokasi syuting lintas negara, mulai dari Korea Selatan, Jepang, hingga Italia, yang diperlakukan bukan sekadar latar, tetapi bagian dari perjalanan emosional karakter.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2

















































