Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak anjlok karena harapan baru Amerika Serikat (AS) dan Iran akan mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, Rabu (6/5/2026).
Patokan internasional minyak mentah Brent misalnya turun 6,2% menjadi US$103,04 per barel. Sementara kontrak utama AS, West Texas Intermediate, turun 6,4% menjadi US$95,68 per barel.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memberi menghentikan operasi militer di Selat Hormuz, yang sebelumnya ia sebut "Project Freedom (Proyek Kebebasan)". Ini sehari setelah pengumuman pasukan AS akan secara resmi mengawal kapal komersial melintasi Selat Hormuz, Senin, yang memicu ketegangan dengan Iran.
Trump beralasan ingin mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Ia mengatakan "kemajuan besar telah dicapai" menuju kesepakatan.
"Kami telah sepakat bahwa, meskipun blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Kebebasan... akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah Perjanjian tersebut dapat diselesaikan dan ditandatangani," kata Trump, dimuat AFP.
Pengumuman itu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan AS telah menyelesaikan operasi ofensifnya terhadap Iran, "Epic Fury". Operasi itu sebelumnya telah menewaskan sejumlah pemimpin Iran meski tak menghentikan balasan negeri itu.
Namun belum ada respons Iran soal ini.
(sef/sef)
Addsource on Google

2 hours ago
6

















































