Baru Melantai 5 Tahun, Emiten Ini Malah Mau Go-Private!

3 hours ago 1

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

11 February 2026 08:55

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten data center, PT Indointernet Tbk (EDGE) memilih undur diri dari bursa alih-alih menaikkan free float, padahal sudah jalan lima tahun sejak IPO.

Manajemen EDGE menyatakan tengah mempersiapkan langkah go private melalui skema delisting sukarela. Perseroan telah menyampaikan permohonan pembatalan pencatatan saham kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat bernomor 007/Indonet/Dir-Srt/I1/2026, sekaligus mengajukan permintaan suspensi perdagangan saham.

Menindaklanjuti permohonan tersebut, Bursa Efek Indonesia resmi menghentikan sementara perdagangan saham EDGE mulai 10 Februari 2026. Saat ini, saham perseroan tercatat di Papan Pengembangan BEI, bertengger di harga Rp4.790 per saham.

Direktur Utama Indointernet, Andrew Joseph Rigoli, menjelaskan bahwa EDGE merupakan bagian dari Digital Edge Group yang bergerak di bidang infrastruktur digital, termasuk pusat data dan serat optik. Meski sektor data center masih bertumbuh, persaingan industri dinilai semakin ketat.

Manajemen mengungkapkan dua pertimbangan utama di balik rencana delisting tersebut.

Pertama, perseroan ingin menyederhanakan proses pengambilan keputusan dan meningkatkan fleksibilitas dalam menjalankan strategi serta investasi jangka panjang di tingkat grup, yang dinilai lebih optimal jika dilakukan sebagai perusahaan tertutup.

Kedua, likuiditas saham EDGE di pasar dinilai terbatas, sehingga status sebagai perusahaan tercatat dianggap kurang memberikan nilai tambah.

Selain itu, proses go private dan voluntary delisting disebut dapat memberikan mekanisme keluar yang adil dan teratur bagi pemegang saham publik.

Sebagai informasi, Indointernet resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 Februari 2021 dengan melepas 80,81 juta saham dan menghimpun dana sebesar Rp595,97 miliar.

Hingga akhir Januari 2026, kepemilikan saham EDGE mayoritas dikuasai oleh Digital Edge (Hong Kong) dengan porsi sekitar 89,1 persen. Adapun free float atau kepemilikan publik yang tercatat hanya sekitar 7,9%.

Namun, jika menelisik lebih dalam, menurut data NeoBDM, kepemilikan lokal individu hanya sekitar 7,69 juta lembar saham, porsinya tak sampai 0,50% dari 2,02 miliar lembar saham yang beredar. Mayoritas saham EDGE dimiliki asing sampai 99,6%.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |