Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah menyiapkan perubahan besar dalam strategi pengembangan kawasan industri nasional. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan kawasan industri berukuran sangat besar di Batang, Jawa Tengah.
COO BPI Danantara Dony Oskaria mengungkapkan kini mulai meninggalkan pola bisnis konvensional yang selama ini mengandalkan penjualan lahan. Pendekatan baru lebih menitikberatkan pada keberlanjutan pendapatan jangka panjang ketimbang keuntungan instan. Strategi ini juga diyakini mampu menarik lebih banyak investor industri skala global.
"Jadi kita memang, nah begitu juga dengan industrial estate. Kita merubah bisnis model daripada industrial estate kita. Saya bilang sama mereka tidak boleh lagi menjual tanah, tidak boleh lagi tetapi memberikan gratis tanahnya. Tanahnya kan gratis untuk 30 tahun, 50 tahun boleh dipakai di dalam industrial estate kita. Tetapi mereka punya recurring income dari utilitasnya," ujar Dony dalam CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026)
Model bisnis baru tersebut disebut akan mengandalkan pendapatan berulang dari berbagai layanan penunjang operasional industri. Pendapatan tidak lagi bertumpu pada transaksi satu kali seperti jual beli lahan. Dengan pendekatan ini, kawasan industri diharapkan mampu bersaing dengan negara tetangga yang lebih dulu menawarkan insentif agresif.
" Tetapi kita akan mengajukan will lose di situ untuk listriknya, kemudian airnya di situ, gasnya di situ, termasuk juga property managementnya di situ. Sehingga dengan demikian kawasan industri ini akan menjadi lebih kompetitif," sebut Dony.
Langkah transformasi ini berjalan seiring dengan rencana ekspansi lahan berskala besar yang tengah digarap Danantara. Batang menjadi salah satu titik utama karena dinilai memiliki posisi strategis untuk industri manufaktur dan logistik. Luasan area yang disiapkan pun tidak tanggung-tanggung dan diproyeksikan menjadi salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia.
"Kita sedang melakukan inbreng terhadap tanah kita di Batang, itu kurang lebih 4.000 hektare untuk membangun satu kawasan industri yang komprehensif," kata Dony.
Tak hanya Batang, Danantara juga membidik kawasan Patimban sebagai pusat pertumbuhan industri baru yang terintegrasi dengan pelabuhan. Konsep pengembangannya disebut akan mengusung pendekatan serupa, yakni kawasan industri komprehensif dengan model bisnis yang diperbarui.
"Di Patimban kita akan bangun kawasan industri yang besar dan komprehensif dengan bisnis model yang baru. Jadi memang satu per satu kita lakukan review terhadap bisnis model daripada perusahaan-perusahaan kita. Tanpa itu kita hanya akan berpikir masalah komersialisasi saja, dan itu very short term," ujar Dony.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2
















































