Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah provinsi di Korea Selatan (Korsel) memicu kontroversi. Ini setelah seorang wali kota setempat menyarankan "mengimpor wanita muda" asal Asia Tenggara untuk meningkatkan kelahiran anak nasional.
Wali Kota Kabupaten Jindo, Kim Hee-soo, mengatakan bahwa desa-desa di pedesaan dapat mengatasi penurunan populasi. Caranya, memasangkan para bujangan dengan wanita yang didatangkan dari Vietnam atau Sri Lanka.
"Kita harus mengimpor wanita muda dari Vietnam atau Sri Lanka agar para pemuda di daerah pedesaan dapat menikahi mereka," katanya dalam pertemuan balai kota pekan lalu sebagaimana dimuat AFP, Senin (9/2/2026).
Pernyataan tersebut memicu kecaman dari banyak pihak. Pengaduan resmi bahkan dilayangkan ke Kedutaan Vietnam di Seoul.
Pemerintah provinsi Jeolla Selatan, yang mengawasi kabupaten Jindo, berupaya meredam kontroversi yang sedang berkembang selama akhir pekan. Pemda meminta maaf seraya menyebut kata-kata sang wali kota tidak pantas.
"Kami sangat meminta maaf atas pernyataan tidak pantas yang dibuat oleh walikota Jindo, yang telah menyebabkan rasa sakit yang mendalam bagi rakyat Vietnam dan kaum perempuan," kata seorang juru bicara.
"Kata impor melanggar martabat manusia dan merendahkan martabat perempuan," ujarnya menambahkan bahwa hal itu tidak pernah dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.
Kim juga meminta maaf, mengakui bahwa ia telah menggunakan kata yang tidak pantas. Ia mengatakan hanya membahas langkah-langkah mendukung migrasi pernikahan.
"Di tengah kekurangan tenaga kerja yang parah yang dihadapi oleh masyarakat pedesaan dan nelayan, tujuannya adalah untuk membahas langkah-langkah kelembagaan untuk mendukung migrasi pernikahan," katanya dalam sebuah pernyataan.
Korsel merupakan negara yang memiliki salah satu tingkat kelahiran terendah di dunia. Pemerintah federal telah menggelontorkan miliaran dolar untuk upaya mendorong perempuan untuk memiliki lebih banyak anak dan menjaga stabilitas populasi.
Beberapa proyeksi memperkirakan bahwa dengan tingkat saat ini, populasi akan hampir berkurang setengahnya menjadi 26,8 juta orang pada akhir abad ini. Tingginya biaya ekonomi menjadi salah satu faktor.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































