Timur Tengah Kembali Tegang, Harga Minyak Mendidih Lagi

1 month ago 30

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan Kamis pagi (12/2/2026), seiring meningkatnya kehati-hatian pasar terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan global.

Berdasarkan data Refinitiv, per pukul 09.35 WIB, harga minyak Brent tercatat di posisi US$69,64 per barel, naik tipis dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di US$69,40. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$64,90 per barel, menguat dari US$64,63.

Pergerakan pagi ini melanjutkan tren kenaikan yang sudah terlihat sejak awal pekan. Dalam sepekan, Brent cenderung bertahan di kisaran US$67-US$69 per barel, sedangkan WTI stabil di rentang US$62-US$65 per barel.

Reuters melaporkan fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran. Ketidakpastian arah negosiasi membuat investor kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak, terutama karena kawasan tersebut memiliki peran vital dalam jalur distribusi energi global.

Di sisi lain, sentimen positif juga datang dari kondisi ekonomi Amerika Serikat yang masih solid. Data ketenagakerjaan terbaru memberi sinyal bahwa aktivitas ekonomi tetap kuat, sehingga ekspektasi permintaan energi belum menunjukkan pelemahan berarti dalam jangka pendek.

Namun, ruang kenaikan harga tetap dibayangi faktor penahan. Persediaan minyak mentah di Amerika Serikat dilaporkan meningkat signifikan, memunculkan kekhawatiran kelebihan pasokan dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat kenaikan harga minyak berlangsung terbatas dan cenderung bertahap.

CNBC Indonesia

(emb/emb)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |