Jakarta, CNBC Indonesia - Kelangkaan komponen PC meluas, bahkan sudah habis untuk 2026. Hal tersebut diungkap oleh Chief Executive Officer Western Digital, Irving Tan.
Ia mengatakan bahwa hard disk drive (HDD) produksi perusahaannya telah habis terjual untuk tahun kalender 2026. Kepastian tersebut disampaikan dalam paparan kinerja kuartal II 2026.
Dalam pernyataannya, Tan mengatakan, "Seperti yang kami sampaikan, kami pada dasarnya sudah hampir sepenuhnya terjual untuk kalender 2026. Kami memiliki pesanan pembelian (PO) yang sudah pasti dari tujuh pelanggan terbesar kami."
Ia menambahkan, "Kami juga telah menjalin LTA dengan dua di antaranya untuk kalender 2027 dan satu untuk kalender 2028. Tentu saja, LTA ini mencakup kombinasi volume dalam satuan exabyte dan harga."
Langkah ini membuat lonjakan permintaan besar dari sektor pusat data, terutama didorong ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Laporan sebelumnya bahkan menyebutkan bahwa hard disk mengalami masa tunggu (backorder) hingga dua tahun akibat tingginya kebutuhan data center.
VP Investor Relations Western Digital, Ambrish Srivastava, mengungkapkan bahwa 89% pendapatan perusahaan kini berasal dari bisnis Cloud.
Sementara itu, segmen konsumen hanya berkontribusi sekitar 5%.Kondisi tersebut membuat perusahaan semakin fokus pada klien korporasi dan hyperscaler, demikian dikutip dari TomsHardware, Rabu (18/2/2026).
Strategi ini dinilai serupa dengan produsen chip memori yang memprioritaskan produksi High Bandwidth Memory (HBM) karena permintaannya tinggi dan margin keuntungannya lebih besar.
Dari sisi harga, HDD kini kembali dilirik karena efisiensi biayanya. Harga solid state drive (SSD) bahkan disebut melonjak hingga lebih dari 16 kali lipat dibandingkan HDD dengan kapasitas setara.
Meski demikian, pasokan HDD tetap tertekan. Sejak September 2025, harga sejumlah model HDD tercatat naik rata-rata 46%.
Dampaknya, konsumen yang masih mengandalkan HDD, terutama untuk sistem network attached storage (NAS) dan penyimpanan jangka panjang, berpotensi menghadapi harga lebih mahal dan ketersediaan terbatas.
Kelangkaan komponen PC pun makin meluas. Setelah sebelumnya terjadi pada chip memori dan penyimpanan, kekurangan pasokan merambah ke GPU dan kini ke hard disk.
Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin komponen lain akan mengalami tekanan harga dan pasokan dalam waktu dekat.
(dem/dem)
Addsource on Google

11 hours ago
19

















































