Raja Tol Trans Sumatra Geber 3 Proyek Raksasa Non APBN, Ini Daftarnya

4 hours ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) tengah menggarap beberapa proyek raksasa strategis dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Langkah ini menjadi pilar diversifikasi portofolio perusahaan guna mengurangi ketergantungan pada penugasan pemerintah, sekaligus menjadi solusi atas keterbatasan anggaran negara dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Hingga pertengahan tahun 2026, Hutama Karya telah sukses mengelola empat proyek KPBU besar yang mencakup pembangunan Pelabuhan Anggrek di Gorontalo yang saat ini dalam tahap operasional dan pengembangan, serta Lintasan Pengujian dan Sertifikasi Kendaraan Proving Ground (Balai Pengujian Perangkat Kendaraan Bermotor) di Jawa Barat yang telah selesai dan beroperasi pada Agustus 2025.

Selain itu, terdapat proyek Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena di wilayah Papua Pegunungan, pembangunan Flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat yang keduanya saat ini masih dalam tahap konstruksi.

Lalu, anak usaha perusahaan, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), turut memperkuat sinergi grup melalui keterlibatan dalam proyek KPBU Jalan Tol Bogor-Serpong. Proyek strategis ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperkokoh portofolio HKI dalam pembangunan infrastruktur jalan tol nasional, di mana saat ini proyek tersebut dalam tahap perencanaan dan desain.

Skema KPBU diposisikan sebagai instrumen strategis yang memungkinkan Hutama Karya terlibat secara end-to-end, mulai dari aspek perencanaan, pembiayaan, pembangunan, hingga pengoperasian. Dominasi Hutama Karya di sektor ini ditopang oleh kapabilitas finansial yang kuat untuk pemenuhan ekuitas serta pengalaman teknis dalam mengerjakan proyek strategis nasional.

"Di tengah dinamika ekonomi yang menuntut efisiensi, skema KPBU menjadi jawaban atas kebutuhan infrastruktur yang berkualitas tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan," ungkap
Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2026)

"Kami memastikan setiap proyek yang dikelola tidak hanya memiliki kelayakan finansial yang terukur, tetapi juga memberikan dampak multiplier effect yang nyata bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang," tutup Hamdani.

Jalan Trans Papua Ruas Jayapura – Wamena Segmen Mamberamo – Elelim sepanjang 50,14 Km. (Dok. PT Hutama Mambelim Trans Papua)Foto: Jalan Trans Papua Ruas Jayapura – Wamena Segmen Mamberamo – Elelim sepanjang 50,14 Km. (Dok. PT Hutama Mambelim Trans Papua)

Berikut 3 Proyek Raksasa KPBU yang Digarap Hutama Karya:

Jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena

Pembangunan proyek Jalan Trans Papua Ruas Jayapura - Wamena Segmen Mamberamo - Elelim di Papua Pegunungan senilai Rp 3,3 triliun akan dibangun sepanjang 50,14 Km dan menjadi akses vital yang menghubungkan tiga provinsi dan delapan kabupaten. Adanya pembangunan ini mampu meningkatkan aksesibilitas, memperlancar distribusi logistik, memperkuat perekonomian daerah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Papua.

Perusahaan yang terlibat adalah PT Hutama Karya (Persero) dan PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP) yang merupakan Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang dibentuk oleh Konsorsium antara Hutama Karya dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI).

Flyover Sitinjau Lauik di Sumatera Barat

Proyek ini melibatkan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (PT HPSL) sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP), yang dibentuk oleh konsorsium antara Hutama Karya (55%) dan Hutama Karya Infrastruktur HKI (45%). Proyek bernilai Rp 2,793 triliun ini diperkirakan akan selesai dalam waktu 2,5 tahun masa konstruksi dan 10 tahun masa operasi.

Adapun pekerjaan meliputi perencanaan teknis, pembangunan jalan dan jembatan (flyover) sepanjang 2,774 km, serta preservasi selama masa operasional.

Setelah selesai, proyek Flyover Sitinjau Lauik diharapkan dapat memberikan berbagai manfaat signifikan bagi masyarakat Sumatera Barat, antara lain meningkatkan konektivitas antar wilayah di Sumatera Barat, mempercepat mobilitas penduduk, dan memudahkan akses ke fasilitas umum; juga mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di jalur Padang-Solok yang terkenal ekstrem, sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman.

Jalan Tol Bogor-Serpong

Proyek tol ini memiliki nilai investasi mencapai Rp 8,95 triliun dengan total nilai konstruksi sebesar Rp 5,27 triliun. Adanya jalan tol ini membuat perjalanan Serpong - Bogor yang biasanya memakan waktu 2-3 jam, nantinya bisa ditempuh dengan waktu 1 jam, bahkan lebih cepat atau 45 menit saja.

PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) ikut serta dalam pengembangan Jalan Tol Bogor-Serpong (via Parung) yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) III. HKI merupakan anggota konsorsium Badan Uaha Jalan Tol (BUJT) PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS), bersama PT Persada Utama Infra, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk

(wur/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |