Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan kepada warganya untuk menghemat listrik. Seruan ini sebagai peringatan bahwa meski saat ini tidak ada kekurangan energi, Amerika Serikat dan Israel bertujuan untuk menargetkan rasa tidak puas warga Iran.
"Kami telah meminta kepada rakyat kami, yang sekarang sudah siap dan berada di lapangan, sebuah permintaan sederhana. (Permintaan) itu adalah untuk mengurangi konsumsi listrik dan energi," kata presiden di televisi pemerintah dikutip AFP, Minggu (26/4/2026).
"Kita tidak perlu meminta orang untuk berkorban untuk saat ini. Tetapi kita hanya perlu mengendalikan konsumsi (energi). Alih-alih 10 lampu, 2 lampu saja yang seharusnya dinyalakan di rumah," tambahnya.
Terlepas dari kampanye pengeboman AS-Israel terhadap Iran, tidak ada laporan pemadaman listrik di Teheran dalam beberapa hari terakhir.
Pezeshkian menuduh musuh-musuh Iran menyerang infrastruktur dan memberlakukan blokade demi meningkatkan rasa ketidakpuasan warga Iran.
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam akan menghancurkan infrastruktur listrik Iran. Tetapi sejauh ini masih tak kunjung terwujud.
Namun, sebelum perang dengan Amerika Serikat dan Israel, Iran sering mengalami pemadaman listrik selama puncak permintaan di musim dingin dan musim panas.
Menurut Badan Energi Internasional, Iran menghasilkan hampir empat perlima listriknya dari pembakaran gas alam, sumber daya yang mampu mencukupi kebutuhannya sendiri berkat ladang gas yang luas.
Hal ini dilengkapi dengan bahan bakar minyak berat berkualitas rendah (mazout) yang digunakan pada pembangkit listrik yang lebih tua.
Meski demikian, infrastruktur yang sudah tua, kurangnya investasi, dan dampak sanksi internasional yang memutus akses ke teknologi dan investasi telah menyebabkan jaringan listrik tidak mampu memenuhi permintaan.
(pgr/pgr)
Addsource on Google

4 hours ago
1

















































