Jet tempur F-35 Angkatan Udara Kerajaan Australia tampil dalam pertunjukan udara pratinjau media menjelang Singapore Airshow di Singapura, Minggu (1/2/2026). Singapura dijadwalkan segera bergabung sebagai operator jet tempur generasi kelima, dengan F-35B pertama diproyeksikan mulai beroperasi akhir tahun ini. Langkah ini menjadikan Singapura negara Asia-Pasifik keempat yang mengoperasikan F-35. (Photo by Roslan RAHMAN / AFP)
Dalam pengarahan di Singapore Airshow 2026, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Internasional Penerbangan Lockheed Martin, Steve Sheehy, memperkirakan jumlah F-35 di kawasan Asia-Pasifik akan melampaui 300 unit pada 2030. Angka itu mencakup armada militer Amerika Serikat yang berbasis di Jepang dan Alaska, seiring meningkatnya kehadiran pesawat tempur generasi kelima di wilayah Indo-Pasifik. (REUTERS/Ricardo Arduengo/File Foto)
Sejumlah negara telah lebih dulu mengoperasikan F-35 dalam jumlah besar. Australia memiliki 72 unit F-35A dengan pengiriman terakhir pada Desember 2024, menjadikannya operator terbesar di luar Amerika Serikat saat ini. Namun posisi tersebut diperkirakan akan beralih ke Jepang, yang menargetkan kepemilikan total 105 unit F-35A dan 42 unit F-35B, termasuk empat unit F-35B pertama yang diterima tahun lalu. Sementara itu, Korea Selatan telah menerima 40 unit F-35A dan masih memesan 20 unit tambahan. (REUTERS/Caroline Chia)
Singapura sendiri akan menerima empat unit F-35B sebelum akhir tahun berdasarkan pesanan tahun 2019. Pesawat tersebut akan beroperasi lebih dulu dari Pangkalan Garda Nasional Udara Ebbing, sebelum diperkenalkan di Pangkalan Udara Tengah Singapura sekitar 2029. (AFP/MIGUEL J. RODRIGUEZ CARRILLO/File Foto)
Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) juga memesan delapan unit F-35B tambahan yang dijadwalkan tiba pada 2028, serta menambah delapan unit F-35A pada Februari 2024 yang akan dikirimkan pada 2030, sehingga total pesanan Singapura mencapai 20 unit F-35 dalam dua varian. (REUTERS/Ricardo Arduengo/File Foto)
Kepala Angkatan Udara Singapura Mayor Jenderal Kelvin Fan mengatakan, kombinasi F-35A dan F-35B akan memberikan fleksibilitas strategis bagi negaranya. Ia menilai F-35A menawarkan daya tahan serta kapasitas muatan lebih besar, sedangkan F-35B unggul berkat kemampuan lepas landas pendek dan pendaratan vertikal. (Foto: REUTERS/Axel Schmidt -/File Photo)
Dengan tambahan armada ini, ditopang 40 unit F-15SG dan sekitar 60 unit F-16C/D yang ditingkatkan menjadi F-16V, RSAF dinilai melampaui negara Asia Tenggara lainnya dalam kekuatan tempur udara, meski Lockheed Martin mengakui peluang menemukan pelanggan baru F-35 di kawasan semakin sulit setelah Taiwan dan Thailand ditolak, sementara India sempat menunjukkan minat usai diundang Presiden AS Donald Trump tahun lalu. (REUTERS/Ricardo Arduengo)

2 hours ago
3

















































