Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kerap dijadikan alasan untuk sebuah perusahaan melakukan PHK. Ternyata sejumlah perusahaan diketahui hanya mencari-cari alasan untuk melakukan PHK, dengan menjadikan AI sebagai kambing hitam atas kebijakan internalnya.
CEO OpenAI Sam Altman menyebutkan mengungkapkan fakta tersebut. Menurutnya ada lebih banyak perusahaan yang menyalahkan AI.
"Saya tidak tahu berapa persentase pastinya, namun ada semacam 'pembersihan citra AI' saat orang menyalahkan AI atas PHK yang seharusnya dilakukan, dan kemudian sejumlah penggantian nyata AI pada beberapa jenis pekerjaan," kata Altman dikutip dari Business Insider, Jumat (20/2/2026).
Sejumlah perusahaan diketahui menyebut AI dalam kebijakan PHK yang dilakukan. Mulai dari Amazon, IBM, Salesfprce dan HP.
Dilaporkan tidak ada bukti perusahaan-perusahaan tersebut melakukan AI washing, istilah ini merujuk pada perusahaan yang melebihkan peran AI pada suatu produk atau keputusan yang dibuat.
Dalam ucapannya beberapa waktu lalu, Altman memang tidak membantah AI akan mengganggu pekerjaan manusia. Namun di sisi lain, mereka akan menemukan pekerjaan baru dan mulai beradaptasi dengan AI.
Baru-baru ini, dia juga kembali mengatakan AI akan menciptakan jenis pekerjaan baru. Namun dampak AI atas melakukan pekerjaan tidak terasa dengan cepat, melainkan baru beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, CEO Anthropic Dario Amodei dan CEO Google DeepMind Demis Hassabis jadi beberapa orang yang mengungkapkan dampak AI pada pekerjaan.
Amodei mengatakan jika AI bakal menghapus setengah pekerjaan kerah putih tingkat pemula dalam lima tahun ke depan.
Sementara Hassabis menilai AI akan menyebabkan perlambatan perekrutan untuk peranan junior. Ucapannya ini berdasarkan 'beberapa bukti' yang dia lihat.
(fab/fab)
Addsource on Google

2 hours ago
1

















































