Otomotif Raksasa Bakal PHK 4.000 Karyawan, Kalah dengan Mobil China

12 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Pabrik mobil raksasa Inggris, Jaguar Land Rover (JLR) menyatakan akan memangkas 4.000 pekerjanya. Ini sekitar 10% dari total tenaga kerjanya secara global di perusahaan tersebut.

Manajemen mengatakan keputusan diambil sebagai respons persaingan ketat dengan mobil China yang menawarkan harga lebih murah. Serangan siber serta kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga menekan performa.

Perusahaan yang dimiliki oleh produsen otomotif India, Tata Motors, ini menargetkan penghematan sekitar £1,7 miliar (sekitar Rp40,7 triliun) dalam dua tahun ke depan. Break event point ditarget menjadi 300.000 unit kendaraan.

"Industri otomotif menghadapi tantangan besar, dengan adanya perubahan teknologi di tengah persaingan ketat dan ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut," ujar CEO PB Balaji dikutip CNBC International, Selasa (8/9/2026).

"Sebagai bagian dari transformasi ini, kami akan mengurangi jumlah tenaga kerja global kami sebanyak sekitar 4.000 posisi dalam dua tahun ke depan. Kami menyadari bahwa ini merupakan kabar sulit bagi rekan-rekan yang terdampak, dan kami berkomitmen untuk mendukung mereka semua dengan penuh kepedulian, keadilan, dan rasa hormat," tambahnya.

Langkah efisiensi biaya JLR ini dipandang sebagai ujian terbaru bagi Perdana Menteri (PM) Andy Burnham yang dilantik 20 Juli. Sebelumnya pengumuman penghematan biaya serupa juga muncul dari mobil mewah Inggris lainnya, Aston Martin dan Bentley.

"Kami memahami bahwa ini akan menjadi masa yang penuh ketidakpastian dan kekhawatiran bagi para pekerja yang terdampak, keluarga mereka, serta masyarakat luas," ujar juru bicara pemerintah.

"Kami telah mengambil langkah signifikan untuk mendukung industri otomotif Inggris dengan menurunkan biaya listrik bagi produsen, menyediakan dana modal serta penelitian sebesar £4 miliar untuk memproduksi kendaraan nol emisi, dan meluncurkan program subsidi mobil listrik senilai £2 miliar guna mendorong masyarakat membeli kendaraan listrik," tambah mereka.

Bukan hanya perusahaan mobil Inggris yang merasakan tekanan tersebut. Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen, sebelumnya pun mengumumkan pemangkasan 50.000 pekerja akhir pekan lalu karena kalah bersaing dengan China.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |