Net Sell Asing Menciut, Dua Saham Paling Banyak Dibeli

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Aksi jual menciut pada akhir sesi 1 perdagangan hari ini, Selasa (5/5/2026) bila dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. 

Investor asing membukukan net sell Rp 102,6 miliar di seluruh pasar. Pada perdagangan sesi 1 kemarin asing memang mencatat net buy Rp 2,3 triliun, tetapi perlu dicatat bahwa sebanyak Rp 2,6 triliun di antaranya terjadi di pasar negosiasi. 

Pada pekan lalu, asing mencatat net sell Rp 8 triliun atau kalau dirata-ratakan mencapai Rp 2 triliun per hari. 

Hari ini asing paling banyak melepas saham GOTO dengan net sell Rp 166,9 miliar. Hal ini seiring dengan rencana pemerintah untuk melakukan penyesuaian potongan komisi bagi driver menjadi hanya 8%. 

Kemudian saham yang juga mencatat net sell signifikan adalah Bank Mandiri (BMRI) Rp 146,7 miliar. Selengkapnya berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada sesi 1: 

  1. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) - Rp 166,9 miliar
  2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp 146,7 miliar
  3. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) - Rp 70,8 miliar
  4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp 42,9 miliar
  5. PT Timah Tbk (TINS) - Rp 30,3 miliar
  6. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp 21,1 miliar
  7. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Rp 21 miliar
  8. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Rp 20,1 miliar
  9. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp 20 miliar 
  10. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) - Rp 19 miliar

Sementara itu Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi saham yang paling banyak diborong asing, dengan nilai net buy Rp 261,3 miliar. Kemudian diikuti oleh Barito Pacific (BRPT) Rp 177,8 miliar.

Bank BUMN lain yang juga masuk daftar net buy adalah Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp 21,9 miliar. Selengkapnya berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada sesi 1: 

  1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp 261,3 miliar
  2. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Rp 177,8 miliar
  3. PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) - Rp 62,2 miliar
  4. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp 21,9 miliar
  5. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) - Rp 20 miliar
  6. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Rp 9,7 miliar 
  7. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Rp 8,3 miliar
  8. PT Petrosea Tbk (PTRO) - Rp 7,9 miliar
  9. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) - Rp 7,5 miliar
  10. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) - Rp 7,3 miliar

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,83% atau naik 57,90 poin ke 7.029,86 pada perdagangan akhir perdagangan sesi pertama hari ini.

Indeks yang pada awal pembukaan pasar bergerak di zona merah, perlahan bergerak ke zona hijau seiring dengan pengumuman data pertumbuhan ekonomi oleh Badan Pusat Statistik.

Sebanyak 346 saham menguat, 297 turun dan 169 lainnya tidak bergerak. Total transaksi saham hari ini mencapai Rp 9,21 triliun yang melibatkan 25,34 miliar saham dalam 1,47 juta kali transaksi.

Kenaikan market pada hari ini, ditopang oleh kenaikan signifikan pada sektor industri dasar sebesar 1,68%, keuangan 1,48%, infrastruktur 1,41%, transportasi 1,20%, dan energi pada level 0,86%.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mencatatkan pertumbuhan 5,61% secara tahunan atau year on year (yoy).

Laju pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan 5,39% pada kuartal IV-2026 maupun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau kuartal I-2025 sebesar 4,87% yoy.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61% pada kuartal I-2026," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |